Pembunuhan di Bali
UPDATE Mengwi Berdarah, Kondisi I Gusti Ayu Wetri Setelah Ditebas Anak Kandungnya
Wanita bernama I Gusti Ayu Wetri tampak tak berdaya terbaring di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Bali pada Rabu (1/1/2020) pagi.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Rizki Laelani
UPDATE Mengwi Berdarah, Kondisi I Gusti Ayu Wetri Setelah Ditebas Anak Kandungnya
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Wanita bernama I Gusti Ayu Wetri tampak tak berdaya terbaring di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Bali pada Rabu (1/1/2020) pagi.
Ibu 51 tahun ini adalah korban penebasan tersangka yang tak lain anak kandungnya sendiri di malam pergantian tahun.
I Gusti Ayu Wetri terluka terkena tebasan anak kandungnya sendiri saat berusaha melerai perkelahian anaknya.
Akibat ulah anaknya itu membuat I Gusti Agung Alit Mahaputra yang merupakan sepupu anaknya meninggal dunia.
Sepupunya itu ditusuk, dengan pedang dan mengalami luka tusuk pada bagian perut samping bawah kiri.
Bahkan berdasarkan laporan kepolisian, korban yang meninggal dunia tidak hanya mengalami luka tusuk, namun juga terdapat luka lecet leher kiri dan luka lecet pada siku tangan kanan.
"Sebenarnya korban meninggal dunia di dalam perjalanan saat menuju RSD Kapal," ujar Kapolsek Mengwi AKP Gede Putra Astawa, SH, SIK saat dikonfirmasi Rabu (1/1/2020).
Pelaku yang bernama I Gusti Ngurah Yoga Adi Putra saat itu dalam pengaruh alkohol dan membabibuta menusuk sepupunya dengan pedang yang diambilnya di rumah.
Bahkan ibu kandungnya pun ikut tertebas saat melerainya.
"Kalau ibuknya langsung kami bawa ke RSD Mangusada untuk mendapatkan penanganan intensif dari tim medis," jelasnya.
Menurutnya, I Gusti Ayu Wetri atau ibu pelaku mengalami luka robek pada tangan kiri dan jari manis dan tengah.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pelayanan RSD Mangusada, dr Made Nurija membenarkan bahwa pihak RSD Mangusada menerima pasien atas nama I Gusti Ayu Wetri. Ia mengatakan pasien masuk langsung lewat IGD.
"Iya kami memang menerima pasien yang diduga korban penebasan saat perayaan tahun baru," katanya.
Pihaknya mengatakan, saat pasien masuk, langsung dilakukan penanganan dengan mengobati luka di bagian tangan. "kejiwaan masih stabil, hanya sedikit tegang. Namun kategori normal tidak ada masalah kejiwaan," jelasnya..
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/luka-tebas-i-gusti-ayu-wetri-saat-ditangani-pihak-rsd-mangusada.jpg)