70 Peserta dari 10 Negara Ikuti Asia Pacific Youth Camp di Desa Pangotan Bangli
Bertempat di kawasan desa adat di daerah Kabupaten Bangli, Bali digelar event internasioanl Pacific Youth Camp (IPYC) 2020.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM,BANGLI- Bertempat di kawasan desa adat di daerah Kabupaten Bangli, Bali digelar event Internasioanl Pacific Youth Camp (IPYC) 2020.
Pelaksanaan APYC kali ini merupakan pelaksanaan yang kedua yang digelar selama empat hari mulai tanggal 31 Desember 2019 hingga tanggal 3 Januari 2020.
Acara ini dihadiri oleh 70 pemuda dan pemudi yang berasal dari 10 negara, yaitu Indonesia, Myanmar, Brunei Darussalam, Malaysia, Cambodia, Bangladesh, Nepal, Vietnam, Timor Leste, dan Pakistan.
Adapun tujuan dari pelaksanaan IPYC ini adalah memfasilitasi pemuda-pemudi dari berbagai negara untuk belajar menjadi Agen Perubahan Lingkungan (Green Hero).
Juga melatih jiwa kepempininan dari perspektif budaya dan diharapkan akan tercipta gerakan-gerakan baru berbasis lingkungan di negara asal para delegasi.
• PAD Bali 2019 Lampaui Target, Sekda Sebut Akan Cari Potensi Pendapatan Selain PKB dan BBNKB
• BREAKING NEWS Dua Mobil Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di Jl. Raya By Pass Ngurah Rai Kuta
• Tarif Cukai Rokok Naik, Benarkah Rokok Alternatif Selain Vape Ini Risikonya Lebih Kecil?
Selain itu, IPYC juga bertujuan mengenalkan budaya Bali kepada pemuda-pemudi internasional.
Bendesa Desa Pangotan, I Ketut Suwarno mengatakan, kegiatan yang digelar di wilayahnya ini disebutkan dapat mengenalkan wisata budaya dari Desa Pengotan ke mancanegara.
"Warga Pengotan menyambut baik kegiatan ini dan mendukung penuh kegiatan Asia pacific Youth Camp diadakan setiap tahunnya di desa kami, harapan kami, dengan hadirnya pemuda pemudi dari 10 negara ini bisa menjadi Duta Wisata Internasional kami, yang nantinya mereka dapat bercerita tentang desa kami ketika mereka kembali ke negaranya," kata Suwarno sebagaimana rilis yang diterima Tribun Bali, Kamis (2/1/2020).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Studec Fellowship, divisi kegiatan camp dari Studec Internasional, sebuah NGO yang bergerak dalam bidang pengembangan skill pemuda di Asia pacific.
Menurut Humas dari Studec Internasional, Vivi, APYC fokus pada pengembangan kapasitas peserta dalam bidang kepemimpinan, budaya, lingkungan dan sosial.
• Banjir Jabodetabek, 16 Orang Meninggal, Ada Remaja yang Tenggelam Saat Bermain di Selokan
• 12 Kali Menikah Dalam 6 Tahun, Tapi Wanita Ini Selalu Kabur Dari Suami Saat Malam Pertama
• Terjebak Banjir Jakarta di Awal Tahun 2020, Rian DMASIV Bingung Ungsikan Bayi & Anaknya Yang Demam
Selama program, para delegasi akan mendapatkan materi tentang kepemimpinan dari perspektif budaya yang disajikan dengan agenda sesi inspirational workshop, membuat proyek pengembangan masyarakat, aksi sosial, pertukaran budaya dan malam penghargaan.
"Pada malam terakhir di camp, mereka akan menampilkan pertunjukan Rama-Shinta dan Tari Kecak. Semua sesi akan disajikan seperti act like a local dengan tinggal di camp, makan makanan seperti warga lokal, merasakan tradisi megibung, dan juga sesi outbond yang menyenangkan," katanya.
Ia menambahkan, "Asia Pacific Youth Camp akan menjadi program camp internasional tahunan yang diinisiasi oleh Studec Fellowship (Studec International Group) dan didukung oleh Desa Adat Pengotan Bali." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelaksanaan-asia-pacific-youth-camp-di-desa-pengotan-bangli.jpg)