BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Buruk di Bali Tiga Hari ke Depan
Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar menginformasikan prakiraan cuaca harian wilayah Bali 2-4 Januari 2020 dimana kondisi cuaca umum saat ini berawan
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar menginformasikan prakiraan cuaca harian wilayah Bali 2-4 Januari 2020 dimana kondisi cuaca umum saat ini berawan.
Hujan dengan intensitas ringan-sedang berpotensi di Bali bagian barat dan tengah.
Suhu udara berkisar antara 23-33 derajat celcius dengan kelembapan udara berkisar antara 60-95 persen.
• Pertama di Bali, Kasus Penganiayaan Anjing Masuk Persidangan, Si Putih Tewas Akibat Pendarahan
Angin umumnya bertiup dari arah Barat Daya-Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 7-36 Km/Jam.
Tinggi gelombang laut di Perairan Utara Bali berkisar antara 0,5-2 meter, di Perairan Selatan Bali berkisar antara 1-3 meter, di Selat Bali berkisar antara 0,5-2,5 meter.
Hal ini disampaikan Eka Arisanti Forecaster Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, saat ditemui tribunbali.com Kamis (2/1/2020).
Eka menambahkan kondisi cuaca umum diatas disebabkan oleh sebagian besar wilayah Bali telah memasuki awal musim hujan.
Suhu muka laut di sekitar wilayah Bali berkisar antara 29-32 derajat celcius.
Massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 500 mb (5.800 m).
Diprediksi cuaca 3 hari kedepan cuaca secara umum berawan pada pagi hari.
Hujan dengan intensitas ringan-sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Bali terutama pada siang-sore hari.
“Perlu diwaspadai potensi Hujan Lebat yang terkadanf disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di Bali bagian Barat, Utara dan Selatan,” ungkap Eka.
Selain itu waspadai potensi tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar Laut Bali, Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan Bali.
Masyarakat khususnya nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari serta tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter lebih di sekitar perairan Utara dan Selatan Bali.
Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana seperti angin kencang secara tiba-tiba, pohon tumbang, kilat/petir, genangan air, banjir dan tanah longsor.
Disinggung mengenai prakiraan puncak musim hujan kapan di Bali?
Eka Arisanti menyampaikan dari data secara klimatologi atau iklim biasanya puncak musim hujan terjadi sekitar Januari-Februari.
“Di prediksi awal bulan Januari masih di kategori normal. Akhir Januari hingga awal Februari baru akan terjadi puncak musim hujan di Bali. Sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki musik hujan dengan intensitas ringan sampai lebat,” jelasnya.
Hujan dengan intensitas lebat masih berada di Bali bagian tengah.
Mengenai angin muson yang biasa terjadi di Indonesia bagian Selatan mulai Jawa, Bali, NTB dan NTT Eka menyampaikan bulan Desember kemarin, Januari hingga Februari bertiup angin muson asia.
Disebut angin muson asia karena berasal dari Benua Asia dan bergerak ke Benua Australia.
Angin muson Asia karakternya membawa banyak uap air, karena melewati lautan yang luas yaitu dari Benua Asia melewati Laut Pasifik, China Selatan sampai di wilayah Bali menuju Benua Australia.
“Jadi karakteristiknya akan membawa massa uap air. Uap air inilah yang akan berpotensi membentuk awan-awan hujan. Kalau dilihat dari suhu muka laut di wilayah Indonesia bagian selatan seperti Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara itu masih cukup hangat jadi penguapan cukup mudah jadi awan-awan hujan mudah terbentuk,” jelasnya.
Dan biasanya angin muson asia ini saking kuat kecepatan anginnya membawa sampah-sampah dari laut terbawa ke pesisir pantai di Bali khususnya seperti Pantai Kuta, Kedonganan, Jimbaran, Legian dan Seminyak.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-dampak-lahar-hujan-gunung-api-sinabung.jpg)