Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pembunuhan di Bali

Jenazah Korban Penusukan di Mengwi Badung Diaben Hari Ini

Ratusan warga ini ikut mengantarkan jenazah I Gusti Agung Alit Mahaputra ke setra Dalem Gede.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Jenazah I Gusti Agung Alit Mahaputra saat dinaikkan ke bade yang akan mengantarkan jenazahnya ke kuburan saat prosesi pengabenan, Rabu (2/12/2019). I Gusti Agung Alit Mahaputra korban pembunuhan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ratusan warga memadati rumah duka I Gusti Agung Alit Mahaputra (29) yang merupakan korban penusukan di Banjar Jempinis, Pererenan, Mengwi, Badung, Bali, Rabu (2/12/2020).

Ratusan warga ini ikut mengantarkan jenazah I Gusti Agung Alit Mahaputra ke setra Dalem Gede.

Pantauan di lokasi, prosesi pengabenan sama seperti biasanya dengan menggunakan bade.

Jenazah pun diarak warga menuju setra Dalem Gede, Desa Pererenan.

Pemuda Ngamuk di Malam Tahun Baru di Mengwi Badung, Sepupu Tewas, Ibu Kandung Ditebas

Beberapa warga dan keluarga terlihat sedih hingga meneteskan air mata saat jenazah Agung Alit dinaikkan ke bade yang akan mengantarnya ke kuburan.

Bahkan juga saat jenazah akan dibakar.

Hanya saja pihak keluarga enggan untuk memberikan keterangan dan memilih untuk menutup diri.

Namun tampah beberapa kerabatnya sangat terpukul kehilangan Agung Alit.

"Iya sekarang sudah pengabenannya. Kasihan dia," ujar teman Agung Alit yang tidak mau dikatakan namanya.

Pihaknya mengatakan, akan ikut mengantarkan jenazah ke kuburan untuk prosesi pengabenan.

"Dia orangnya baik, nggak pernah membuat masalah," katanya.

Hal senada juga dikatakan, I Ketut Sukrasena yang merupakan Bendesa Adat Pererenan.

Ia mengatakan, korban sebenarnya bekerja di desa sebagai Pamdes (Pengaman Desa), hanya saja saat itu tidak tugas.

"Saya tidak tahu persis kejadiannya, saat itu kan belum larut malam, saya pun masih di rumah," katanya.

Ia menjelaskan, antara pelaku dengan korban sesungguhnya masih ada hubungan keluarga.

"Saya tidak menyangka, hanya ketersinggungan bisa seperti ini," katanya.

Sebelumnya, ia mengaku sudah mengimbau warganya maupun pendatang untuk tidak minum-minuman keras yang dapat merugikan diri sendiri.

"Sebenarnya kalau di sini tidak ada yang menjual miras secara terbuka. Kemungkinan itu dari luar mirasnya," jelasnya, sembari mengatakan ada beberapa cafe tetapi itu khusus wisatawan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved