Jokowi Beberkan Upayanya Tangani Banjir, Mulai Terhambat Sejak 2017 Gegera Ini

Presiden Joko Widodo menyatakan, selain di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung, banjir parah juga terjadi di DAS Sungai Krukut, Sungai Cakung dan Sun

Jokowi Beberkan Upayanya Tangani Banjir, Mulai Terhambat Sejak 2017 Gegera Ini
Tangkap Layar kanal YouTube Sekretariat Negara
Presiden Jokowi. 

Jokowi Beberkan Upayanya Tangani Banjir, Mulai Terhambat Sejak 2017 Gegera Ini

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan, selain di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung, banjir parah juga terjadi di DAS Sungai Krukut, Sungai Cakung dan Sungai Sunter.

Untuk penanganan darurat bersama pihak terkait, telah difungsikan pompa, karung pasir, bronjong dan tanki air agar kawasan dan prasarana publik terdampak dapat segera berfungsi kembali.

Menurut Jokowi, upaya pengendalian banjir di keempat DAS itu telah dilakukan sejak jauh hari.

Namun, upaya itu terkendala sejak 2017 lantaran masalah pembebasan lahan.

“Program Pengendalian Banjir Sungai Ciliwung misalnya, sudah ditangani 16 kilometer dari rencana keseluruhan 33 kilometer,” kata Jokowi melalui akun Instagram resminya, Kamis (2/1/2020).

Sementara pada kawasan hulu tengah dibangun Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi.

Saat ini, proses pembebasan lahan telah mencapai 90 persen, sedangkan pembangunan fisiknya mencapai 45 persen.

“Kedua bendungan tersebut direncanakan selesai pada akhir 2020,” kata dia.

Sementara itu, percepatan pelaksanaan Sudetan Sungai Ciliwung dari Sungai Ciliwung ke Sungai Cipinang, sedang berlanjut.

Halaman
1234
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved