Mengaku Kecewa dengan Kinerja ASN, Gubernur Koster Justru Naikkan Tunjangan

Gubernur Bali Wayan Koster mengaku kecewa dengan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali Wayan Koster saat melantik pejabat eselon di Gedung Ksiarnawa Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center) Denpasar, Kamis (2/1/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster mengaku kecewa dengan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Namun di tengah kekecewaannya itu, Gubernur Koster justru menaikkan tambahan perbaikan penghasilan (TPP) para ASN tersebut.

"Walaupun saya kecewa, saya rela menaikkan tunjangan penghasilannya," kata Gubernur Koster saat melantik pejabat eselon di Gedung Ksiarnawa Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Kamis (2/1/2020).

Menurutnya, TPP di lingkungan Pemprov Bali dinaikkan supaya menjadi motivasi atau spirit bagi para ASN tersebut agar nantinya bekerja lebih baik lagi di tahun 2020.

TPP yang naik mulai dari jabatan pimpinan tinggi seperti Sekretaris Daerah (Sekda) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain itu juga diberikan kepada jabatan administrator eselon III, jabatan pengawas eselon IV serta jabatan fungsional.

Didominasi Kendaraan Roda Empat, Puncak Arus Balik Liburan Tahun Baru Berakhir Hari Ini

Cewek ABG Tewas Mengenaskan, Kepala Membentur Tiang Telepon, Polisi: Dia Ngebut dan Tak Pakai Helm

Jabatan fungsional yang dapat TPP mulai dari kepala SMA, SMK dan SLB; guru yang sudah maupun belum memiliki sertifikat profesi termasuk yang bekerja di sekolah swasta.

TPP juga diberikan kepada eselon jabatan fungsional lain seperti para medis, penyuluh, widya iswara, pustakawan dan sejenisnya serta jabatan pelaksana.

Dirinci oleh Gubernur Koster, Sekda yang awalnya mendapatkan tunjangan penghasilan Rp 30 juta menjadi Rp 55 juta setiap bulan.

Kepala OPD yang awalnya Rp 25 juta menjadi Rp 40 juta; staf ahli dari Rp 25 jadi Rp 34 juta; Sekretaris, Kabid, Kabag OPD dari Rp 12 juta baik menjadi Rp 16 juta.

Anies Baswedan Ajak Warga Jakarta Lakukan ini Pasca Banjir

TNI-Polri Gerak Cepat Buru Mobil Mewah Berkode RFD, Ternyata Ada Kode Rahasia di Plat Nomor Tersebut

Sementara itu, Kepala Bidang/Bagian di Dinas dari Rp 9,6 jadi Rp 13 juta, Kepala Sub dari Rp 6 juta menjadi Rp 9 juta, Kepala Sub bidang di UPT yang awalnya Rp 6,2 jadi Rp 8 juta dan masih banyak lagi pejabat lainnya.

"Kecuali di Bapenda karena dapat UP (Upah Pungutan) dan di rumah sakit dapat upah, sehingga ada penyesuaian," tutur Gubernur Koster.

Dirinya mengatakan, kenaikan TPP bagi para ASN ini sebagai hadiah rangkaian tahun baru 2020. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved