WIKI BALI

WIKI BALI - Wisatawan Bisa Ikut Siat Yeh atau Perang Air di Desa Suwat, Gianyar, Ini Aturannya

Festival Air Suwat (FAS) adalah sebuah tradisi untuk mengangkat kesucian air yang membawa pengaruh positif bagi warga Desa Suwat, Gianyar, Bali.

WIKI BALI - Wisatawan Bisa Ikut Siat Yeh atau Perang Air di Desa Suwat, Gianyar, Ini Aturannya
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ratusan warga mengikuti ritual perang air atau siat Yeh di catus Desa Suwat Gianyar, Bali Rabu (1/1/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Festival Air Suwat (FAS) adalah sebuah tradisi untuk mengangkat kesucian air yang membawa pengaruh positif bagi warga Desa Suwat, Gianyar, Bali.

Sumber mata air yang berada di Desa Suwat dipercaya memiliki kualitas air yang sangat baik dan dahulu kerap digunakan oleh raja-raja pada Zaman Kerajaan di Gianyar.

Untuk menghormati sumber mata air tersebut maka penduduk Desa Suwat menggelar Tradisi Siat Yeh atau perang air.

“Festival ini dilaksanakan pada tanggal 30, 31 Desember dan 1 Januari. Siat Yeh dilaksanakan pada tanggal 1 Januarinya,” ucap ketua panitia FAS, I Putu Darmendra.

Siat yeh dilaksanakan pada puncak acara sekaligus penutup rangkaian festival pada tanggal 1 Januari.

Ini Daftar Harga Rokok di Denpasar Saat Ini, Beberapa Merk Alami Kenaikan Harga Sebelum Tahun Baru

Terjebak Banjir Jakarta di Awal Tahun 2020, Rian DMASIV Bingung Ungsikan Bayi & Anaknya Yang Demam

Ingat Bukan Hanya Harga Rokok, Tarif Iuran BPJS Kesehatan Juga Naik, Ini Rinciannya

Biasanya warga Desa Suwat akan berkumpul di perempatan desa (catus pata) sebagai tempat untuk menggelar ritual Siat Yeh atau perang air.

“Siat Yeh tujuannya untuk membasuh (melukat) meneguhkan diri menapaki hari baru, dan semangat baru, di tahun yang baru,” sambungnya.

Warga desa satu sama lain saling siram tak hanya sebatas bermain.

Namun maknanya saling mengingatkan agar kita menjadi pribadi yang selalu menyejukkan selayaknya sifat-sitat air.

Siat Yeh atau perang air ini tidak untuk warga Desa Suwat saja melainkan wisatawan atau penonton diperbolehkan untuk mengikuti Siat Yeh atau perang air.

“Acara ini juga dibuka untuk umum, siapa pun boleh ikut. Wisawatan atau penonton yang ingin ikut boleh. Pakaiannya bebas yang penting sopan. Tidak harus memakai pakaian adat madya,” ujarnya.

Siat Yeh atau perang air ini dilaksanakan pada pukul 15.00 Wita.

Tertarik untuk ikut dan merasakan siat yeh atau perang air di Desa Suwat Tribunners?

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved