Arus Balik Liburan dari Bali, Xenia Hantam Dua Mobil dan Motor
Belum genap 24 jam tahun baru 2020, kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Bilukpoh Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Bambang Wiyono
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sepanjang 70 kilometer lebih Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, merupakan jalur tengkorak. Sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
Belum genap 24 jam tahun baru 2020, kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Bilukpoh Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (1/1/2020) malam saat arus balik liburan tahun baru.
Kasatlantas Polres Jembrana, Iptu Shinta Ayu Pramesti mengatakan, kecelakaan ini terjadi antara tiga kendaraan roda empat.
Yaitu, mobil Daihatsu Xenia Nopol F 1233 GS, Honda Mobilio Nopol AD 8783 JT dan Toyota Innova Nopol N 1000 BU.
Kecelakaan juga melibatkan sebuah motor Nopol P 6749 YQ. Meski kecelakaan terjadi beruntun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Ya ada tiga mobil dan sebuah sepeda motor. Tidak ada korban jiwa. Hanya luka ringan," ucapnya, Kamis (2/1/2020) sore.
Shinta menuturkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.45 Wita.
Terjadi tepat di jalan umum jurusan Denpasar-Gilimanuk Kilometer 86-87, Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo.
Mobil Xenia yang dikemudikan oleh Zainudin menabrak mobil Honda Mobilio yang dikemudikan Zainah kemudian dengan Innova yang dikemudikan Mardani dan sepeda motor yang dikendarai Dwi Ansuhandoko.
Shinta melanjutkan, awalnya kendaraan Xenia bergerak dari arah Barat ke Timur.
Saat itu situasi jalan lurus, beraspal baik, marka tengah putus-putus, namun tidak dilengkapi dengan lampu penerangan jalan.
Cuaca sedang mendung pada malam itu.
Saat melewati jalan tersebut, tiba-tiba mobil Xenia bergerak oleng ke kanan melewati garis tengah jalan dan menabrak mobil Mobilio. Lalu menabrak Innova dan disusul nabrak motor.
"Diduga karena mengantuk sehingga melewati jalur pengendara lain," bebernya.
Lakalantas Naik 79%
Data yang dirilis Polres Jembrana, kecelakaan di Jembrana mengalami peningkatan antara
2018 dengan 2019.
Bahkan peningkatan kejadian mengalami kenaikan hingga 79 persen. Pada 2018 ada 117 kejadian, sedangkan di 2019 ada 209 kejadian.
Untuk korban tewas, pada 2018 ada 51 orang dan 2019 mencapai 53 korban. Korban tewas mengalami kenaikan empat persen.
Korban luka berat empat orang di 2019 dan 2018 nihil.
Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa menuturkan, kasus Lakalantas ini didominasi oleh sepeda motor yang mengalami peningkatan dari 110 unit di 2018 menjadi 200 unit di 2019. Atau mengalami kenaikan 81 persen.
"Semuanya mengalami kenaikan didominasi kecelakaan motor sekitar 81 persen," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/laka1.jpg)