Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Harga BBM

Harga Beras dan Minyak Goreng di Jembrana Naik, Cabai Merah Keriting justru Turun

Harga bahan pokok penting di Jembrana terpantau masih stabil pasca pengumuman kenaikan BBM Non Subsidi, Senin 20 April 2026.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
JUAL BELI - Suasana aktivitas jual beli di Pasar Umum Negara, Jembrana, Senin 20 April 2026. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Harga bahan pokok penting (Bapokting) di Jembrana terpantau masih stabil pasca pengumuman kenaikan BBM Non Subsidi, Senin 20 April 2026.

Namun begitu, sebelumnya terjadi kenaikan harga pada komoditas beras dan juga minyak goreng kemasan premium.

Warga berharap, kenaikan harga BBM non subsidi ini tidak berdampak pada kenaikan harga bapokting yang tentunya bakal semakin melemahkan daya beli masyarakat.

Baca juga: Harga Beras Lokal di Klungkung Merangkak Naik

Menurut data yang berhasil diperoleh, kenaikan harga beras dan minyak goreng tersebut terjadi pada Kamis 16 April 2026 lalu.

Saat itu, beras lokal maupun premium naik 100 rupiah per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan premium naik Rp1000 per liternya dari Rp20.000 menjadi Rp21.000. 

Sementara itu, Senin 20 April 2026 terpantau harga bahan pokok cenderung masih stabil. Bahkan, harga cabai merah super keriting justru turun senilai Rp5.000 dari Rp40.000.

Baca juga: LPG 5,5 Kg Naik! Bali Kini Rp107 Ribu, Ini Daftar Harga Terbaru se-Indonesia

"Harga beras naik dari hari Kamis lalu. Beras premium kemasan 10 kilogram itu naik sekitar Rp3.000 per sak," jelas salah satu pedagang, Ibu Ayu, Senin 20 April 2026. 

Sementara pedagang di Pasar Umum Negara menyatakan harga bahan pokok cenderung masih stabil saat ini.

Justru ada penurunan harga di komoditas cabai merah super keriting. Awalnya sempat naik Rp5 ribu, kemudian per hari ini turun Rp5 Ribu.

Baca juga: BBM Non Subsidi Naik! Harga Pasir Langsung Melonjak, Polisi Jembrana Pantau Stok dan Harga di SPBU

"Untuk sementara belum ada kenaikan bahan pokok lainnya. Semoga saja tidak terlalu berdampak," harapnya.

Terpisah, pedagang sembako, Safii mengatakan, kenaikan harga beras terjadi pada Kamis lalu.

Kenaikannya 100 rupiah per kilogram baik untuk beras lokal maupun beras premium. Tapi saat ini, harga cenderung masih tetap seperti sebelumnya. 

"Misalnya beras lokal awalnya Rp13.900 menjadi Rp14.000. kemudian untuk stok relatif masih stabil. Kami harga dampak kenaikan BBM tidak terlalu signifikan ke bahan pokok, kasian pembeli," harapnya. 

Baca juga: WADUH! Harga Beras dan Migor Naik Tajam, Komoditas Hortikultura dan Protein Hewani Terkoreksi

Sementara itu, PLT Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Jembrana, I Ketut Antara menyebutkan, sesuai pantauan petugas di lapangan, saat ini belum ada kenaikan harga pada bahan pokok pasca pengumuman kenaikan harga BBM Non Subsidi.

"Secara umum masih normal. Bahkan harga cabai ada yang turun," ungkapnya.

Namun kata dia, pekan lalu sempat ada kenaikan pada minyak goreng kemasan premium dan juga beras.

Pihaknya berharap, kenaikan harga BBM Non Subsidi tidak terlalu berdampak pada daya beli masyarakat. 

"Semoga tidak terlalu berdampak," harapnya. (*)

 

 

Berita lainnya di BBM Naik

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved