Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Jembrana

SELAMAT JALAN Made Negara, Berpulang Secara Tragis, Sosoknya Dikenal Pendiam dan Rajin

SELAMAT JALAN Made Negara, Berpulang Secara Tragis, Sosoknya Dikenal Pendiam dan Rajin

Tayang:
Tidak Ada/istimewa
Keluarga SMPN 2 Mendoyo saat melayat ke rumah duka almarhum Made Negara di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Kamis 4 Juni 2026. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kepergian remaja 14 tahun, I Made Negara karena tenggelam di Bendung Campuan Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya dan keluarga besar SMPN 2 Mendoyo.

Korban dikenal sebagai anak yang pendiam dan rajin di mata teman dan gurunya. Rencanannya, prosesi pengabenan Made bakal dilaksanakan Senin 8 Juni 2026 mendatang di Setra Desa Adat setempat. 

"Almarhum merupakan salah satu siswa kami di Kelas VIII H," kata Kepala SMPN 2 Mendoyo, I Putu Gunarsa saat dikonfirmasi, Kamis 4 Juni 2026.

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Pernikahan Poligami Komang NP di Buleleng, Ditegaskan Sah Secara Adat Bali

Gunarsa menuturkan, almarhum awalnya siswa pindahan dari wilayah Kabupaten Buleleng. Sejak Kelas VII Semester 2, ia kemudian mengenyam pendidikan di SMPN 2 Mendoyo. Secara umum, Made Negara dikenal siswa yang baik dan secara akademik ia mengikuti pembelajaran di sekolah dengan teman-temannya. 

"Anaknya memang agak pendiam, tapi kalau diajak berkegiatan sangat rajin sekali. Kemudian dari sisi akademik, almarhum tetap mengikuti pembelajaran di sekolah," kenangnya. 

Baca juga: TAK DISANGKA 2 Bersaudara Nekat Lakukan Ini di Bangli, Dibekuk Polisi Saat Sembunyi di Denpasar

Disinggung mengenai rencana upacara pengabenan almarhum, Gunarsa menyebutkan sesuai penuturan pihak keluarga, prosesi pengabenan bakal dilaksanakan Senin 8 Juni 2026 mendatang.


"Astungkara prosesi ritual pengabenannya bisa berjalan lancar. Kami keluarga besar SMPN 2 Mendoyo menyampai duka yang mendalam ke pihak keluarga," tandasnya. 


Untuk diketahui, suasana hening dan tenang di Bendung Campuan di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana mendadak jadi riuh, Rabu 3 Juni 2026 siang. Sebab, seorang anak 14 tahun dilaporkan tenggelam usai menceburkan diri atau melompat dari senderan bendung setempat ke dalam air. Korban yang diketahui bernama I Made Negara (14) akhirnya berhasil ditemukan di kedalaman sekitar 6 meter oleh tim Pencairan dan Pertolongan SAR Jembrana.


Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa bermula saat korban bersama dua orang rekannya yang tinggal di asrama sebuah yayasan menuju Bendung Campuan di Banjar Rangdu sekitar pukul 13.00 WITA. Saat itu, mereka ke lokasi yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari asrama dengan menggunakan sepeda gayung.


Setibanya di lokasi, dua orang temannya atau para saksi duduk di pinggir bendung sisi barat, sementara korban membuka baju dan celana di pintu air bendung. Saat itu ia hendak menceburkan diri ke dalam bendung tersebut dan sempat dilarang oleh dua orang rekannya tersebut. 


"Do mecebur, awak sing bisa ngelangi (Jangan lompat, kamu tidak bisa berenang)," kata saksi melarang korban untuk mencebur ke TKP. 


Hanya saja, korban saat itu hanya menggelengkan kepalanya dan langsung menceburkan diri ke dalam air. Dugaan rekannya pun benar, saat di dalam air, korban meronta-ronta seperti meminta pertolongan karena tenggelam. Salah satu rekannya kemudian menceburkan diri bermaksud menolong korban, namun tangan korban terlepas saat itu dan langsung tenggelam


Rekannya kemudian berenang ke pinggir karena melihat korban sudah tenggelam. Sementara satu rekan lainnya bergegas balik ke asrama untuk menginformasikan kejadian tersebut. Informasi itu lantas diteruskan ke para pihak termasuk Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana


Sekitar pukul 15.30 WITA, tim SAR Jembrana akhirnya tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Proses pencarian dilakukan dengan cara mencari di sekitaran tempat korban menceburkan diri. Sedikitnya ada dua orang penyelam dikerahkan dan akhirnya korban ditemukan di dalam sungai sekitar 6 meter dari permukaan. 


Korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 16.10 WITA dalam keadaan meninggal dunia dan dievakuasi ke RSU Negara untuk proses lebih lanjut.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved