Berita Klungkung
Harga Beras Lokal di Klungkung Merangkak Naik
Ni Made Sudi sibuk menurunkan tumpukan karung beras dari mobilnya di Kota Semarapura, Senin (20/4/2026).
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Ni Made Sudi sibuk menurunkan tumpukan karung beras dari mobilnya di Kota Semarapura, Senin (20/4/2026).
Ia merupakan seorang pedagang beras lokal, yang juga merasakan kenaikan harga beras dalam beberapa pekan terakhir.
"Beras naik, karena harga gabah juga naik," ujar Made Sudi, Senin (20/4/2026) setelah membawa beberapa karung beras ke beberapa toko di Klungkung.
Ia mengatakan, harga beras naik Rp100 per kilogramnya. Jika sebelumnya harga beras lokal Rp333.500 per 25 Kilogram, saat ini harganya menyentuh Rp336.000.
Baca juga: Stok Cadangan Beras Buleleng Tersisa 17 Ton, Pengadaan Tambahan Masih Tunggu Arus Kas
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti, penyebab kenaikan harga itu apakah imbas dari kenaikan harga BBM non subsidi atau yang lainnya.
Namun khususnya beras lokal, kenaikan memang tidak terlalu signifikan.
"Kalau harga beras premium biasanya naik duluan," ungkapnya.
Kenaikan harga beras ini, menurutnya belum terlalu berdampak terhadap penjualan.
Baca juga: KOSTER Sarankan Warga Beralih Konsumsi Singkong & Jagung, Warga Gianyar Sebut Stok Beras Masih Aman!
Rata-rata penjualan beras masih normal, namun jika tidak segera dikendalikan pemerintah, ia khawatir akan menurunkan daya beli masyarakat.
"Kalau penjualan masih normal. Saya berharap agar harga beras tetap normal lah. Tapi masyrakat kasian, kalau harga beras naik terus, " ungkapnya.
Sementara berdasarkan pantauan harga kebutuhan pokok di Klungkung, harga beras minggu ini dibandingkan pekan sebelumnya masih relatif normal.
Harga beras premium masih di kisaran Rp15.000-15.500 per kilogram. Sementara beras lokal masih di harga Rp13.500 per kilogram dan harga beras SPHP Rp11.600 per kilogram.
Baca juga: Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Stok Beras di Denpasar Bali Aman, Ada 3.864 Ton Beras Medium
"Harga beras di pasaran, masih sama dibanding minggu sebelumnya," ujar Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Klungkung, Tjokorda Istri Agung Wiradnyani, Senin (20/4/2026).
Namun ia menyebut ada kenaikan harga gas non subsidi yang berlaku secara nasional, termasuk di Klungkung.
"Terkait harga gas non subsidi mengalami kenaikan berlaku di seluruh indonesia termasuk di Klungkung. Kenaikan rata-rata 19 persen," ungkapnya.
Harga gas 5,5 kilogram naik menjadi Rp107.000 dari awalnya Rp90.000. Sementara harga gas 12 kilogram, sudah mencapai Rp228.000 dari harga awal Rp192.000. (*)
Berita lainnya di Harga Bahan Pokok di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Seorang-pedagang-di-Klungkung-saat-hendak-menurunkan-beras-di-toko-Senin-2042026.jpg)