Berita Buleleng
Stok Cadangan Beras Buleleng Tersisa 17 Ton, Pengadaan Tambahan Masih Tunggu Arus Kas
Stok Cadangan Beras Buleleng Tersisa 17 Ton, Pengadaan Tambahan Masih Tunggu Arus Kas
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Stok cadangan pangan pemerintah daerah berupa beras, hingga kini masih sisa 17 ton. Pemerintah Kabupaten berencana melakukan penambahan, namun masih menunggu anggaran.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Buleleng, Gede Melandrat, menyebutkan saat ini stok beras cadangan pangan berada di kisaran 17 ton. Jumlah tersebut merupakan sisa dari total stok sebelumnya.
"Sebelumnya stok cadangan pangan kita sebanyak 29 ton. Kemarin sudah digunakan sekitar 11 ton lebih saat terjadi bencana alam di Kecamatan Banjar. Sehingga sekarang tersisa kurang lebih 17 ton," jelasnya, Kamis (9/4/2026).
Baca juga: Empat Proyek Gedung Balawista Disorot, Kejari Badung Telusuri Dugaan Korupsi
Pemerintah daerah sebenarnya telah merencanakan pengadaan tambahan stok sebanyak 7 ton beras pada tahun ini. Namun, realisasi pengadaan masih menunggu ketersediaan arus kas dari APBD.
"Pengadaan biasanya sekitar Juli–Agustus, tergantung kondisi keuangan daerah. Kalau anggaran sudah tersedia, baru kita lakukan pembelian," ucapnya.
Baca juga: Bahas Kinerja OPD Dalam Manfaatkan Anggaran 2025 Komisi I DPRD Badung Lakukan Raker
Secara regulasi, lanjut Melandrat, Buleleng idealnya memiliki cadangan pangan hingga 50 ton per tahun. Namun, pemenuhannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
DPKPP bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (PD) Swatantra ihwal penyimpanan stok cadangan beras. Meski demikian, keterbatasan fasilitas gudang menjadi tantangan tersendiri.
Kata Melandrat, PD Swatantra belum punya gudang yang representatif untuk menyimpan beras dalam jangka panjang. Karena itu, mereka juga menjalin kerja sama teknis dengan Rice Milling Unit (RMU)/unit penggilingan padi agar kualitas beras tetap terjaga.
"Silakan dikerjasamakan lagi, yang terpenting ketersediaan stok tetap terjaga dan siap digunakan sewaktu-waktu, terutama saat kondisi darurat," tandasnya. (mer)
| DINSOS Pastikan Pendampingan Berlanjut, Delapan Korban Kasus LKSA GS Dipindahkan ke Panti |
|
|---|
| SAPI Terjun ke Sumur Dikira Hilang Oleh Pemiliknya di Desa Banyupoh, Evakuasi Tim TRC Berhasil |
|
|---|
| Baru Saja Dibeli, Dikira Hilang, Sapi Milik Warga di Buleleng Ternyata Masuk Sumur Sempit |
|
|---|
| Kebutuhan 3.000 Telur per Hari, Program MBG Jadi Peluang Besar Usaha Desa di Sukasada Buleleng |
|
|---|
| PEMILIK Bangunan Liar Diberi Waktu 30 Hari Bongkar Mandiri, Kappa: Tidak Ada Ganti Rugi! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-beras-Harga-Bahan-Pokok-Bali-16-Oktober-Beras-Termurah-Mulai-Rp11500kilogram.jpg)