Seputar Bali
Modus Penipuan Baru, Minta Uang ke Ketua DPRD Buleleng dengan Catut Nama dan Foto Kapolres
Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat kembali terjadi. Kali ini penipu mencatut nama dan foto Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat kembali terjadi. Kali ini penipu mencatut nama dan foto Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman.
Informasinya, ada empat anggota DPRD Buleleng yang sempat dihubungi penipu itu. Dengan berbagai alasan, orang yang mengaku Kapolres Buleleng itu meminta sejumlah uang.
Sosok penipu itu menggunakan nomor belakang 4959. Nomor ini sangat berbeda dengan milik Kapolres Buleleng, yakni 007.
Sementara ketika dicek menggunakan aplikasi, nomor tersebut sudah ditandai dengan nama 'penipu mengatasnamakan orang'.
Baca juga: Korsleting Listrik Picu Kebakaran di PT Aqua First Bali, Gudang Ikan Hias Ludes Dilalap Api
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, saat dikonfirmasi membenarkan ihwal penipuan ini.
Dari empat anggota DPRD yang sempat mendapat panggilan, celakanya satu orang sempat mentransfer uang.
"Pertama dihubungi orang itu meminta ditransfer Rp5 juta. Setelah dituruti, dia menelpon lagi dan minta Rp15 juta,”
“Saat itulah anggota DPRD yang bersangkutan menghubungi saya, menanyakan apa benar ini nomor Kapolres," ucapnya dikonfirmasi Jumat (22/5/2026).
Setelah dilakukan pengecekan, nomor tersebut bukanlah milik Kapolres Buleleng.
Ngurah Arya segera menginformasikan hal ini ke grup DPRD, agar anggota dewan lainnya lebih waspada.
Baca juga: 26 Babi Milik Warga Susut Payangan Mati Misterius, Sebelum Mati Alami Sesak Nafas
"Saat itulah anggota DPRD lainnya mengaku sempat ditelpon juga. Orang tidak dikenal itu mengaku sebagai ajudan ataupun Kapolres Buleleng," ujarnya.
Ngurah Arya kemudian menghubungi langsung Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman. Dari telepon itu Kapolres membantah jika nomor tersebut adalah miliknya.
"Kapolres juga telah melakukan pelacakan, nomor tersebut berada di Jakarta," imbuh dia.
Politisi asal Desa/Kecamatan Gerokgak ini juga mengatakan, modus penipuan serupa bukan pertama kali terjadi.
Sebelumnya ada yang mengatasnamakan pihak Kejaksaan Negeri Buleleng, Kepala Dinas, dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kapolres-Buleleng-AKBP-Ruzi-Gusman1.jpg)