Berita Badung
Harga Beras dan Minyak Dikabarkan Meroket, Namun di Badung Masih Stabil
Kini disejumlah daerah harga Minyak Goreng dan Beras melambung tinggi karena Konflik geopolitik tak kunjung usai
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Perkembangan harga komoditas di Kabupaten Badung pada minggu ketiga April 2026 dinilai masih stabil. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Bali yang masih mengalami tekanan kenaikan harga.
Kini disejumlah daerah harga Minyak Goreng dan Beras melambung tinggi karena Konflik geopolitik tak kunjung usai. Namun untuk di Badung rata-rata harga komoditas di Badung tercatat mengalami deflasi dibandingkan Maret 2026.
Komoditas yang menjadi penyumbang utama penurunan harga antara lain cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, sawi hijau, dan bayam. Stabilnya pasokan serta mulai normalnya distribusi disebut menjadi faktor yang menahan laju kenaikan harga di Badung.
Baca juga: Penonton Membludak di Konser HUT Gianyar, Sejumlah Warga Sesak Napas
Kabag Ekonomi Setda Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati mengakui jika dari hasil pemantauan harga yang dilakukan disejumlah pasar masih stabil. Diakui khusus harga minyak goreng saat ini masih Rp 20.167/liter. Harga itu pun masih sama dengan harga sebelumnya. Begitu juga minyak curah harga di pasaran Rp 18. 500 yang sama dengan harga sebelumnya.
"Kalau di Badung belum ada peningkatan harga. Laporan perhari ini masih sama dengan sebelumnya harganya," ujarnya 20 April 2026
Baca juga: Hendak Bersandar di Railing, Penumpang Kapal Terjatuh di Laut Selat Bali
Sementara untuk komoditas beras katanya juga sama. Disebutka. Beras Cap Tempong (Medium) harganya Rp13.500/kg. Begitu juga Beras Cap C4 (Medium) harganya Rp13.500/kg. Selain itu pada komoditas Beras Cap Ratu (Premium) harganya Rp14.900/kg dan Beras Cap Putri Sejati (Premium) harganya Rp14.900/kg.
"Sementara beras SPHP Bulog juga sama Rp 12.000/kg. Jadi di Badung hari ini belum ada peningkatan harga," tegasnya lagi.
Kendati demikian, pihaknya mengakui dari koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) Bali sejumlah wilayah seperti Denpasar memang mengalami kenaikan harga dari sejumlah komuditas termasuk minyak goreng. Diakui harga minyak goreng meningkat karena kenaikan harga CPO dunia yang dipicu oleh situasi geopolitik di Kawasan Timur Tengah.
"Selain minyak goreng harga canang sari juga meningkat. Ini karena peningkatan permintaan untuk rainan Purnama Kedasa, Saraswati, Pagerwesi, dan Tumpak Landep," bebernya.
Sementara harga bawang merah juga meningkat disejumlah daerah seiring dengan terbatasnya pasokan karena belum masuknya periode panen. Untuk diketahui pasokan bawang merah Bali berasal dari lokal Bali (Bangli) dan luar Bali (Banyuwangi & Bima).
"Termasuk harga tomat juga meningkat. Namun tidak begitu tajam. Hal ini naik karena belum masuknya musim panen di wilayah Bangli, Tabanan dan Karangasem," imbuhnya. (*)
| SIAPKAN Anggaran Rp11,77 Miliar, Badung Perbaiki 37 Titik Kerusakan Jalan Akibat Bencana Alam |
|
|---|
| DPRD Badung Soroti Lemahnya Serapan dan Minimnya Promosi Pariwisata, Ini Kata Mereka! |
|
|---|
| Plastik Melambung, Pemkab Badung Bali Masih Pantau Dampaknya |
|
|---|
| LEDAKAN Keras Kagetkan Warga, Trotoar Depan SPBU Darmasaba Tiba-tiba Meledak, Ini Penyebabnya! |
|
|---|
| PERLUAS Rekayasa Lalin di Berawa dan Canggu, Usai Kerobokan Dishub Badung Sasar Dua Kawasan Padat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tim-TPID-Badung-saat-melakukan-pemantauan-harga-disejumlah-pasar-di-Badung.jpg)