Jenazah Terdampar di Pantai Lebih
Dokter Forensik RSUP Sanglah Ungkap Ciri-ciri Jasad Pria di Pantai Lebih, 'Ada Luka, Wajah Rusak'
Namun, saat ini nasib ABK tersebut dikaitkan dengan penemuan jasad laki-laki di kawasan Pantai Lebih, Gianyar, Bali pada Selasa (7/1/2020).
Penulis: eurazmy | Editor: Rizki Laelani
Dokter Forensik RSUP Sanglah Ungkap Ciri-ciri Jasad Pria di Pantai Lebih, 'Ada luka-luka, Wajah Rusak'
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nasib Anak Buah Kapal (ABK) bernama Apro Yosi Prasetyo (30) asal Jawa Tengah yang hilang akibat perahu terbalik di Perairan Pantai Cucukan Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar, Bali, belum jelas keberadaannya.
Namun, saat ini nasib ABK tersebut dikaitkan dengan penemuan jasad laki-laki di kawasan Pantai Lebih, Gianyar, Bali pada Selasa (7/1/2020).
Jasad yang ditemukan di Pantai Lebih tersebut ditemukan pukul 04.45 Wita, oleh satpam vila.
Usai ditemukan, jenazah langsung dikirim menuju Instalasi Forensik RSUP Sanglah untuk dilakukan pemeriksaan.
Dokter spesialis forensik RSUP Sanglah dr Kunti menyebutkan pihaknya telah menerima jasad dari kepolisian Gianyar pada Selasa pada pukul 06.00 Wita pagi.
• Penjelasan Polisi Tentang Temuan Mayat di Pantai Lebih, Belum Simpulkan Jasad ABK yang Hilang
• BREAKING NEWS: Jenazah Korban Sampan Terbalik Ditemukan di Pantai Lebih Gianyar
Namun, kepolisian belum mengungkapkan identitas jenazah tersebut.
Jasad yang ditemukan di Pantai Lebih diidentifikasi memiliki kulit sawo matang atau ras mongoloid.
Jenazah laki-laki ini diperkirakan berusia dewasa muda dengan panjang badan 160 cm dan berat badan 65 kg.
Saat diterima, jenazah menggunakan baju kaus tanpa kerah berwarna hitam dengan tulisan merk whiskey terkenal, Jack Daniels.
''Tidak ada ciri khusus kami temukan pada mayat ini. Jasad hanya menggunakan kaus hitam dan celana dalam warna biru,'' ungkapnya.
Hingga saat ini, belum ada dari keluarga atau kepolisian yang memastikan bahwa ini adalah jenazah Apro Yosi.
Sementara, kulit wajah jenazah sudah agak terkelupas dan agak susah dikenali karena sudah berada di lautan sekitar 2 hari.
Dijelaskan dia, kondisi mayat masih belum sepenuhnya membusuk, hanya saja pada kulit wajah dan kepala sudah agak rusak.
''Kulit pada wajah dan kepala sudah agak terkelupas, jadi sudah agak susah identifikasinya kecuali keluarga yang sangat familier dengan korban," katanya.
Sementara dari hasil pemeriksaan luar, tim forensik hanya bisa mengungkap luka-luka pasca kematian (post-mortem).
''Berupa luka lecet akibat batu atau karang dan dimakan ikan-ikan kecil,'' ujarnya.
Sehingga, penyebab kematian belum bisa diungkap sebelum dilakukan otopsi terlebih dahulu. (*)
VIDEO BERITA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/korban-zampan-terbalik-ditemukan-di-pantai-lebih.jpg)