Peneliti Unud Berupaya Kembalikan Kejayaan Jeruk Keprok Tejakula Buleleng

Peneliti Unud Berupaya Kembalikan Kejayaan Jeruk Keprok Tejakula Buleleng, Perkenalkan Sistem Tanam Tumpang Sari

Peneliti Unud Berupaya Kembalikan Kejayaan Jeruk Keprok Tejakula Buleleng
Dokumentasi Unud
Foto istimewa: Tim peneliti Unud dan sejumlah petani desa melakukan uji coba penanaman bibit jeruk keprok Tejakula dengan formula biostimulan dan Sijuri di Desa Tejakula Buleleng, Sabtu (11/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sejumlah peneliti dari Universitas Udayana (Unud) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) berupaya mengembangkan jeruk keprok Tejakula, Buleleng, Bali.

Tim peneliti yang tergabung dalam Laboratorium Biopestisida Fakultas Pertanian (FP) itu terdiri dari Prof. Dewa Ngurah Suprapta, Prof. I Gede Rai Maya Temaja, dan Dr. Khamdan Khalima.

Salah satu peneliti yang juga Ketua LPPM Unud, Prof. Gede Rai Maya Temaja mengatakan, Buleleng Timur sempat mengalami kejayaan di tahun 1980-an berkat tumbuh dan berkembangnya jeruk keprok Tejakula.

Namun apa daya, kejayaan jeruk keprok Tejakula hilang akibat serangan penyakit citrus vein phloem degeneration (CVPD).

Atasi Kulit Kusam hingga Cegah Penuaan Dini, Berikut Manfaat Kulit Jeruk untuk Kecantikan Kulit

Desa Tangguh Bencana Belum Optimal, BPBD Badung Harapkan Masyarakat Tanggap Akan Bencana

Bahkan akibat penyakit tersebut, jeruk keprok Tejakula hampir mengalami kepunahan.

Rai berkata, pihaknya turut berupaya melakukan pengembangan budidaya jenis jeruk unggulan Buleleng ini dengan melakukan penelitian agen hayati yang berfungsi sebagai bio-stimulan dan bio-protektan.

“Kami ingin mengembalikan kejayaan jeruk keprok Tejakula dengan menawarkan teknologi bibit sebagai biostumulan dan bioprotektan untuk meningkatkan ketahanan tanaman jeruk dan meningkatkan pertumbuhannya,” tutur Rai Temaja melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Bali, Minggu (12/1/2020).

Ia menjelaskan, penelitian yang dilakukan melalui Hibah Penelitian Inovasi Udayana Tahun 2019 ini menemukan formula biostimulan yang mengandung bakteri Stenotrophomonas maltophilia.

Bakteri tersebut mampu membantu keseimbangan dan menginduksi ketahanan tanaman terhadap patogen.

Bibit jeruk keprok Tejakula yang diberikan formula tersebut menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan bibit yang tidak diberikan formula.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved