Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

87 Hotel di Bali Miliki Sertifikat, Bali Menuju Daerah Percontohan Pariwisata Aman Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong BPBD Bali untuk menjadi daerah percontohan pariwisata aman bencana

Tayang:
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Acara foto bersama usai rapat dengan Kepala BNPB dan Instansi vertikal lainnya terkait kesiapsiagaan bencana di Kantor BPBD Bali, Senin (13/1/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong BPBD Bali untuk menjadi daerah percontohan pariwisata aman bencana.

Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dihadapan Menteri Pariwisata dan Menteri PUPR memberi pesan khusus kepada Kalaksa BPBD Bali, Made Rentin dan menjelaskan sejauh mana kesiapan Provinsi Bali dalam mewujudkan pariwisata aman bencana.

Atas rencana itu, Rentin mengatakan BPBD Bali melakukan berbagai hal, salah satunya melakukan sertifikasi kesiapsiagaan bencana untuk hotel-hotel yang ada di Bali.

Pihaknya menargetkan sebelum tahun 2022 ratusan hotel yang ada di Bali sudah tersertifikasi.

“Sekarang ada 87 hotel yang memiliki sertifikat kesiapsiagaan bencana dari sekitar 300 hotel yang ada di Bali yang memang secara lokasi didominasi ada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar,” kata Rentin usai rapat dengan Kepala BNPB dan Instansi vertikal lainnya di Kantor BPBD Bali, Senin (13/1/2020).

Jadi Daerah Pembudidaya Terbesar, Banyuwangi Ekspor Unagi ke Jepang

Anak Pejabat Klungkung Divonis 6 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Klien Kami Hanya Mengkonsumsi

Ia menjelaskan konsep pariwisata aman bencana maksudnya ketika wisatawan datang ke Bali maka wajib mendapatkan empat hal.

Pertama, security atau Bali aman untuk dikunjungi.

Kedua, safety atau wisatawan nyaman datang ke Bali.

Ketiga, surety atau meyakinkan wisatawan ketika datang ke Bali mendapat jaminan aman dan nyaman.

Keempat, peace atau mendapat kedamaian ketika datang ke Bali.

“Turis datang ke Bali harus dapat empat hal itu. Kami BPBD akan mengambil bagian untuk mewujudkan dan merealisasikan empat hal tadi,” paparnya.

Banjar Bun Denpasar Membuat Tari Sakral Sang Hyang Jaran Anak-Anak

Tak Dampingi Bali United Lawan Tampines Rovers, Teco: Semoga kita Bermain Bagus dan Bisa Menang

Di sisi lain, terkait ancaman gempa bumi dan tsunami, kondisi existing sekarang Bali baru memiliki 9 unit sirine tsunami yang tersebar di Buleleng, Denpasar dan Badung. 

Namun dari hasil pemetaan BPBD Bali dengan BMKG, Bali idealnya menempatkan setidaknya 34 titik sirine tsunami. 

 
Begitu sirine itu berbunyi berarti BMKG telah mengeluarkan rilis bahwa gempa yang terjadi berpotensi menimbulkan tsunami.

 
“Jadi bukan peringatan, tetapi begitu sirine berbunyi maka perintah evakuasi. Oleh karena itu, kami dalam mitigasi bencana yang dibangun di daerah pesisir pantai adalah begitu ada gempa yang dirasakan cukup kuat jangan menunggu sirine tsunami berbunyi tetapi secara sadar harus melakukan evakuasi,” pesannya.

 
Selanjutnya dari BNPB juga ada konsep 20 20 20, yang artinya 20 detik terjadi guncangan gempa agar melakukan pergerakan ke tempat-tempat yang memiliki ketinggian di atas 20 meter dan tidak boleh lewat dari 20 menit. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved