Kepala Rutan Gianyar Diganti, Karutan Lama Sisakan Banyak PR
Kepala Rutan Gianyar Diganti, Karutan Lama Sisakan Banyak PR, Akan Meningkatkan Pelayanan Rutan
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Setelah menjabat selama 1,4 tahun, sebagai Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Gianyar, I Nyoman Mudana akhirnya dimutasi ke Kantor Kemenkumham, dengan jabatan baru sebagai Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan, dan IT.
Jabatan Karutan saat ini dijabat, I Wayan Bondan Wahyu Kusuma Dusak.
Acara serah terima jabatanan (sertijab) dilakukan di wantilan Rutan Kelas IIB Gianyar, Bali, Jumat (17/1/2020).
Ditemui usai Sertijab, Nyoman Mudana mengatakan, ada sejumlah ‘PR’ yang ditinggalkannya.
• Kapolres Gianyar Siapkan 153 Personil, Bentuk Kompi Dalmas Inti
• Ketika Seorang Warga di Pinggiran Rel Berhalusinasi Menjadi Raja Keraton Agung Sejagat
• Beberapa Kesalahan Keuangan yang Harus Anda Hindari di Usia 30-an, Jangan Sampai Melakukannya
Mulai dari pembinaan dan renovasi rutan yang kondisinya saat ini kurang refresentatif.
Pembinaan yang dimaksudkan pria asal Karangasem ini adalah, tentang pelatihan tata boga untuk para tahanan.
Selama ini, pembinaan yang telah berjalan bagus adalah di bidang teknik las dan menjarit pakaian.
Ia berkata, pembinaan tersebut dilakukan supaya para narapidana mengabiskan masa tahanannya, mereka bisa langsung terjun ke masyarakat membawa skill yang telah diterimanya, selama berada dalam tahanan.
Mudana berujar, untuk kerajinan las dan jaritan yang dibuat oleh para napi selama dalam tahanan telah laku di pasaran.
Hasil penjualan tersebut, 30 untuk napi, sisanya untuk biaya operasional.
“Kegiatan yang belum saya selesaikan di bidang pembinaan adalah pelatihan tata boga,” ujar Mudana.
Sementara dari segi birokrasi, Muda berencana memindahkan rutan yang saat ini berada di timur gedung DPRD Gianyar ini ke Desa Temesi, Gianyar.
Mekanismenya, kata Mudana, tanah yang ada saat ini dihibahkan ke Pemkab Gianyar, mengingat pemda akan membuat pusat pemerintahan (Puspem).
Sementara itu, pihaknya meminta tanah beserta bangunan pada Puspem di kawasan Temesi.
Ia berkata, koordinasi dengan Bupati Gianyar, Made Mahayastra sudah dilakukan.
Rencananya tahun ini mencari tanahnya, sementara pembangunannya dilakukan tahun 2021.
Tanah yang pihaknya butuhkan sekitar tiga hektare. Sementara luas rutan yang ada saat ini kurang lebih 40,6 are.
“Rutan sekarang sudah overload sekali. Jumlah tahanan ini sebanyak 152 orang. Dalam pemindahan rutan ini, kami tidak keluar biaya. Kalau bangunan rutan dan tanahnya sudah selesai di Temesi, setelah ini tanah rutan ini kami kasi ke pemkab untuk dijadikan puspem,” ujarnya.
Karutan Kelas IIB Gianyar yang baru, I Wayan Bondan Wahyu Kusuma Dusak mengatakan, pihaknya akan terus melanjutkan program positif yang ditinggalkan karutan sebelumnya.
Selain itu, pihaknya juga akan meningkatkan pelayanan rutan, baik untuk para tahanan maupun para pembesuk tahanan.
“Pengembangan, menyangkut pelayanan. Contoh, pelayanan kunjungan, remisi dan sebagainya, termasuk pelayanan kesehatan. Itu nanti yang utama,” ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/karutan-kelas-iib-gianyar-i-wayan-bondan-wahyu-kusuma-dusak-kiri.jpg)