Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Siaga Bencana di Bali

Mayadi Jadi Tahu Cara Menyelamatkan Diri, Siswa SMKN 1 Bangli Gelar Simulasi Gempa Bumi

Menurutnya, pemilihan simulasi gempa didasarkan pada kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah perkotaan Bangli.

Tribun Bali/ISTIMEWA
SIMULASI - Siswa SMKN 1 Bangli, Bali menggelar simulasi gempa bumi, Jumat (24/4). 

TRIBUN-BALI.COM - Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang jatuh setiap 26 April, SMKN 1 Bangli, menggelar simulasi penanggulangan bencana gempa bumi, Jumat (24/4). 

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman atau pemahaman pada warga sekolah, tentang cara menyematkan diri dan orang lain, ketika terjadi gempa bumi dengan kekuatan dahsyat.

Dalam skenario yang diperagakan, gempa besar digambarkan mengguncang area sekolah. Para siswa tampak sigap menyelamatkan diri, sebagian berlari menuju area terbuka yang aman dan menjauhi bangunan, sementara lainnya berlindung di bawah meja sebagai langkah perlindungan awal.

Baca juga: DORONG Suntikan Anggaran Rp17 M, DPRD Klaim PAD Perumda Swatantra Bisa Capai Rp3,5 M

Baca juga: SPESIALIS Pencuri Parfum Minimarket “Dijuk” Polisi, Aksi MSA dan AB Terekam CCTV

Simulasi juga menghadirkan situasi adanya dua korban. Tim Palang Merah Remaja (PMR) SMKN 1 Bangli kemudian melakukan penanganan cepat, mulai dari evakuasi hingga membawa korban ke ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala SMKN 1 Bangli, I Nyoman Susila, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman nyata kepada seluruh warga sekolah tentang cara menghadapi bencana gempa bumi.

Menurutnya, pemilihan simulasi gempa didasarkan pada kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah perkotaan Bangli. Meski tidak berada dekat gunung maupun laut, potensi gempa tetap ada dan perlu diantisipasi.

“Kami melaksanakan simulasi ini sebagai bentuk edukasi bagi seluruh warga sekolah, baik guru, siswa, maupun tenaga kependidikan, agar siap menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja, khususnya gempa bumi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa sebenarnya rutin dilaksanakan, baik berdasarkan imbauan pimpinan maupun surat edaran.

Selain itu, keberadaan kegiatan ekstrakurikuler PMR turut menjadi penggerak utama dalam pelaksanaan simulasi kebencanaan di sekolah.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Bangli serta seluruh komponen sekolah, termasuk pembina PMR.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini seluruh warga sekolah memiliki pengalaman dan kesiapan dalam menghadapi bencana gempa bumi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PMR SMKN 1 Bangli, Ni Ketut Mayadi, mengaku antusias mengikuti simulasi tersebut. Ia merasa mendapatkan pengetahuan penting terkait cara menyelamatkan diri sekaligus membantu orang lain saat terjadi bencana.

Ia pun berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah.

“Saya senang bisa ikut simulasi ini, karena jadi tahu bagaimana cara menyelamatkan diri dan membantu saat terjadi gempa,” ungkapnya. (weg)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved