Berita Buleleng
DORONG Suntikan Anggaran Rp17 M, DPRD Klaim PAD Perumda Swatantra Bisa Capai Rp3,5 M
Demikian pula dengan usaha penyewaan kendaraan yang kini semakin tertekan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - DPRD Buleleng mendorong suntikan modal untuk Perumda Swatantra senilai Rp17 miliar. Suntikan dana dinilai menjadi kunci untuk mendongkrak kinerja perusahaan daerah tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara, menyebut tambahan modal itu berpotensi meningkatkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) secara signifikan.
"Dengan penyertaan modal, hitungan bisnisnya bisa menghasilkan PAD sampai Rp3 miliar hingga Rp3,5 miliar," ujarnya, Jumat (24/4).
Menurutnya, skema penyertaan modal jauh lebih efektif dibanding ketergantungan pada pinjaman bank yang selama ini membebani keuangan perusahaan.
Baca juga: SPESIALIS Pencuri Parfum Minimarket “Dijuk” Polisi, Aksi MSA dan AB Terekam CCTV
Baca juga: POLISI Beber Hasil Digital Forensik Siswi Nekat Terjun dari Lantai 3, Baru 2 Hari Instal Gim Omori
Ia menyoroti beban bunga kredit yang mencapai sekitar 11 persen per tahun. Bahkan untuk unit usaha penyewaan kendaraan, biaya kredit disebut bisa menembus Rp3,5 miliar per tahun.
"Kalau itu dialihkan ke penyertaan modal, beban bisa ditekan dan hasilnya langsung berkontribusi ke PAD," tegasnya.
Selain soal pembiayaan, kader Partai Golkar Buleleng ini juga mengingatkan adanya potensi tekanan dari faktor eksternal. Seperti penurunan produksi pertanian akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.
Demikian pula dengan usaha penyewaan kendaraan yang kini semakin tertekan akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sehingga berdampak pada tingginya biaya operasional.
"Sebaliknya, sektor peternakan seperti sapi, babi, dan ayam lebih menjanjikan untuk dikembangkan ke depan," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Swatantra Buleleng, I Gede Boby Suryanto, mengakui keterbatasan modal masih menjadi kendala utama dalam mengembangkan usaha. Ia menyebut, untuk menyerap 1.000 ton gabah saja, perusahaan membutuhkan modal sekitar Rp1 miliar.
"Ini yang menjadi kendala utama kami di lapangan. Tanpa dukungan permodalan, peluang usaha belum bisa digarap maksimal," ujarnya.
Saat ini, kontribusi PAD Perumda Swatantra masih berada di kisaran Rp900 juta per tahun pada 2024 dan 2025. Sementara pada 2026 ditargetkan bisa menembus lebih dari Rp 1 miliar. "Kalau ada support permodalan, kami berani targetkan setoran PAD lebih tinggi," tegasnya. (mer)
| Siapkan Rp 2 Miliar, Restorasi Lobi Kantor Bupati Buleleng Segera Dieksekusi |
|
|---|
| UMKM Jangan Hanya Jadi Objek Pungutan, DPRD Buleleng Ketok Perda Pajak–Retribusi |
|
|---|
| Fraksi Gerindra Wanti-wanti Titipan dalam Seleksi Direksi Perumda Pasar |
|
|---|
| Pasang Guardrail di Jalur Kaliasem-Tigawasa, Upaya Dishub Buleleng Menekan Risiko Kecelakaan |
|
|---|
| Sah! DPRD Buleleng Ketok Perda Pajak–Retribusi, Ketua DPRD: UMKM Jangan Hanya Jadi Objek Pungutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-Komisi-III-DPRD-Buleleng-Ketut-Susila-Umbara-DPRD-Buleleng-mendorong-suntikan-modal.jpg)