Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Jelang Buleleng Festival 2026, Pasar Rakyat Jadi Ajang Kurasi

Wardhany menjelaskan, penggunaan kemasan tertentu seperti plastik segitiga untuk makanan masih diperbolehkan. 

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kurasi - Suasana stand kuliner pada kegiatan Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali yang berlangsung di Taman Kota Singaraja, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang kurasi jelang kegiatan Bulfest 2026 Agustus mendatang. Jelang Buleleng Festival 2026, Pasar Rakyat Jadi Ajang Kurasi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 123 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Buleleng terlibat dalam Pasar Rakyat yang digagas Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat 5 Juni 2026 di Taman Kota Singaraja ini mendapat antusias besar dari masyarakat.

Tak hanya sebagai media mengenalkan produk-produk UMKM, kegiatan ini dimanfaatkan pula untuk melakukan kurasi sebagai persiapan menuju pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 Agustus mendatang.

Ketua TP PKK Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, mengatakan sektor kuliner menjadi salah satu fokus utama dalam proses penilaian. 

Baca juga: Bersandar Pada Warisan Kolonial, Target Ekonomi Wisata Kebugaran di Bali Terganjal Sertifikasi UMKM

Selain kualitas produk, aspek kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan turut menjadi perhatian.

Ia mengaku masih menemukan sejumlah pelaku UMKM yang menggunakan styrofoam dan sedotan plastik saat berjualan. 

Penggunaan bahan tersebut, kata dia, tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan upaya pengurangan sampah plastik sekali pakai.

"Untuk UMKM kuliner masih ada beberapa yang saya lihat menggunakan styrofoam dan sedotan plastik. Itu tidak boleh. Tadi sudah saya tegur juga," katanya.

Wardhany menjelaskan, penggunaan kemasan tertentu seperti plastik segitiga untuk makanan masih diperbolehkan. 

Namun, plastik sekali pakai yang berpotensi menambah timbulan sampah tetap harus dihindari.

Selain sebagai ajang seleksi menuju Bulfest, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha. 

Dengan demikian, UMKM yang belum memenuhi standar masih memiliki kesempatan untuk melakukan perbaikan.

"Tujuan pasar ini salah satunya melihat kualitas UMKM yang ada, apakah masih harus terus dibina atau sudah siap naik kelas," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas UMKM, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Saya juga ingin melihat kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Jadi ada edukasi yang berjalan bersamaan dengan upaya mendorong UMKM naik kelas melalui kurasi yang dilakukan," tandasnya. (mer)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved