Berita Buleleng
Nelayan Banyuasri Selamatkan 182 Telur Penyu Hijau dari Ancaman Predator
Seratus delapan puluh dua telur penyu hijau berhasil diselamatkan nelayan dan relawan konservasi di kawasan Pantai Camplung, Desa Banyuasri
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Seratus delapan puluh dua telur penyu hijau berhasil diselamatkan nelayan dan relawan konservasi di kawasan Pantai Camplung, Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng.
Ratusan telur penyu itu selanjutnya dievakuasi ke tempat penampungan sementara, untuk menghindari ancaman predator dan menjaga peluang menetasnya tetap tinggi.
Proses evakuasi telur-telur penyu ini berlangsung pada Kamis (4/6/2026) dini hari. Seluruh telur penyu ditemukan dari dua sarang yang berbeda.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karang Gunung Banyuasri, Teguh, mengatakan sekitar pukul 03.00 Wita, nelayan sekitar mendapati dua ekor penyu hijau naik ke Pantai Camplung. Keduanya kemudian membuat sarang di lokasi yang berbeda.
Baca juga: Satreskrim Jembrana Gagalkan Aksi Penyelundupan Satwa, 19 Ekor Penyu Hijau Dilepasliarkan
"Dua ekor penyu naik ke pantai. Di titik pertama telur berhasil diamankan setelah sebelumnya diincar anjing liar," kata dia, Minggu (7/6/2026).
Sementara di titik kedua, seorang nelayan berjaga selama proses penyu bertelur guna mengantisipasi serangan predator.
Dari sarang pertama, nelayan bersama relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri menemukan dan mengevakuasi 73 butir telur.
Sementara pada sarang kedua ditemukan 109 butir telur.
Baca juga: Konservasi Penyu di Denpasar, Lebih dari 4.000 Tukik Diselamatkan dan Dikembalikan ke Laut
"Seluruh telur kemudian dipindahkan ke bak penampungan sementara yang telah disiapkan relawan untuk proses konservasi," sebutnya.
Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika, mengatakan pemindahan telur dilakukan karena lokasi sarang berada di kawasan pesisir yang rawan gangguan predator, terutama anjing liar yang kerap berkeliaran di sepanjang pantai.
Menurutnya, meski fasilitas penampungan yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi standar konservasi, kondisi di dalam bak dibuat semirip mungkin dengan habitat alami penyu agar peluang penetasan tetap terjaga.
Baca juga: BKSDA Bali Identifikasi Warung Sediakan ‘Menu Spesial’, Olahan Penyu Jadi Lawar dan Sate
"Kami berharap seluruh telur yang berhasil diselamatkan dapat menetas dengan baik. Upaya kecil ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian penyu hijau yang populasinya semakin berkurang," kata dia.
Keberhasilan penyelamatan ratusan telur penyu tersebut juga menjadi kabar baik bagi upaya konservasi satwa laut dilindungi di pesisir Buleleng.
Selain itu, kemunculan penyu yang kembali bertelur di Pantai Camplung menunjukkan kawasan tersebut masih menjadi habitat yang layak bagi penyu untuk berkembang biak.
Nelayan dan relawan berharap dukungan berbagai pihak terus mengalir guna memperkuat upaya pelestarian penyu dan perlindungan habitatnya di wilayah pesisir Banyuasri. (*)
Berita lainnya di Penyu Hijau
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/evakuasi-telur-penyu-dari-pantai-Camplung.jpg)