Siswi SD Lompat di Denpasar
POLISI Beber Hasil Digital Forensik Siswi Nekat Terjun dari Lantai 3, Baru 2 Hari Instal Gim Omori
Saat ini, kepolisian masih menunggu masa pemulihan psikologis korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut dengan pendampingan psikolog.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Penyelidikan mendalam terhadap kasus jatuhnya seorang siswi kelas 6 SD berinisial KA dari lantai tiga Pasar Serangan, Denpasar, mengungkap fakta baru mengenai durasi interaksi korban dengan gim misteri asal luar negeri Omori.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, membeberkan hasil analisis digital forensik yang menunjukkan bahwa korban berinisial siswi berumur 13 tahun tersebut baru saja menginstal gim tersebut dua hari sebelum aksi nekat itu dilakukan.
Gim yang memiliki rating usia 17 tahun ke atas itu diinstal melalui format APK pada tanggal 17 April 2026, sementara peristiwa jatuh tersebut terjadi pada sore hari tanggal 19 April 2026.
"Dampaknya luar biasa ke sisi psikologi korban, padahal baru dua hari gim itu diinstal menggunakan APK," kata Iptu Azel Arisandi saat dijumpai Tribun Bali, Jumat (24/4).
Baca juga: PETANI Hilang Saat Mancing di Pantai Kelingking, Naas Nyoman Rame Terhempas Ombak di depan Anaknya!
Baca juga: TERNYATA Siswi yang Nekat Lompat di Pasar Serangan, Pernah Melukai Diri, Kata Surprise Jadi Signal
Berdasarkan penyelidikan, gim Omori memang memiliki peringatan keras bahwa kontennya tidak diperuntukkan bagi anak-anak karena mengandung tema-tema yang dapat mengganggu kondisi mental.
Polisi memastikan tidak ditemukan aplikasi serupa lainnya di ponsel korban, sehingga fokus pendalaman kini tertuju pada pengaruh singkat namun fatal dari gim tersebut terhadap pola pikir korban yang masih di bawah umur.
Tragedi ini bermula saat korban mengajak lima orang temannya untuk naik ke lantai tiga gedung yang juga berfungsi sebagai lokasi evakuasi tsunami tersebut dengan alasan ingin berfoto melihat pemandangan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Setelah sesi foto usai, korban memutar lagu berjudul "My Time" dari ponselnya yang merupakan musik pengiring adegan akhir dalam gim Omori dan memberikan instruksi kepada rekan-rekannya.
"Oke, surprise mau dimulai," ujar Iptu Azel menjelaskan apa yang diucapkan korban sesaat sebelum meminta teman-temannya merekam dirinya yang sedang berjoget di pinggir gedung.
Tanpa diduga, tepat di akhir lagu, korban langsung berlari dan melompat dari lantai tiga di depan mata teman-temannya yang sedang merekam.
Kepribadian korban yang sangat tertutup dan pendiam diduga menjadi faktor pendukung mengapa ia begitu mudah terobsesi dengan karakter utama dalam gim tersebut.
Pihak kepolisian juga menemukan jejak perilaku melukai diri sendiri yang pernah dilakukan korban jauh sebelum kejadian ini, seperti memukul badannya menggunakan pulpen yang sempat disaksikan oleh wali kelasnya.
Iptu Azel menegaskan bahwa imajinasi korban yang luas kemungkinan membuatnya merasa seolah-olah menjadi karakter utama gim yang di akhir ceritanya melakukan aksi serupa.
Meski jatuh dari ketinggian yang diperkirakan mencapai puluhan meter, korban berhasil selamat dan telah menjalani operasi pada 20 April 2026 akibat patah tangan serta kedua kakinya.
Polisi memastikan tidak ada unsur perundungan atau bullying dalam grup pertemanan korban berdasarkan hasil pengecekan riwayat percakapan digital.
Saat ini, kepolisian masih menunggu masa pemulihan psikologis korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut dengan pendampingan psikolog.
Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua di Denpasar untuk lebih ketat memfilter konten digital yang dikonsumsi anak-anak mereka agar tragedi serupa tidak terulang kembali. (ian)
| TERNYATA Siswi yang Nekat Lompat di Pasar Serangan, Pernah Melukai Diri, Kata Surprise Jadi Signal |
|
|---|
| FAKTA Baru Aksi Nekat Siswi SD Lompat di Pasar Serangan, Imajinasi Gim Omori, Korban Dikenal Pendiam |
|
|---|
| ASTAGA, Siswi SD Lompat di Pasar Serangan, Polisi Temukan Dugaan Terinspirasi Tren Gim Online OMORI? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kanit-Reskrim-Polsek-Denpasar-Selatan-Iptu-Azel-Arisandi-fc.jpg)