Siswi SD Lompat di Denpasar
TERNYATA Siswi yang Nekat Lompat di Pasar Serangan, Pernah Melukai Diri, Kata Surprise Jadi Signal
Setelah sesi foto bersama selesai, korban meminta teman-temannya untuk bersiap merekam video, sementara ia sendiri memutar lagu berjudul "My Time"
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Oke, surprise mau dimulai", kalimat itulah yang menjadi aba-aba terakhir yang diucapkan siswi kelas 6 SD itu, sebelum akhirnya nekat melompat dari lantai tiga Pasar Serangan.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, mengungkap bahwa sebelum aksi itu terjadi, korban sengaja mengajak lima orang temannya naik ke bagian pinggir gedung, dengan alasan ingin melihat pemandangan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Setelah sesi foto bersama selesai, korban meminta teman-temannya untuk bersiap merekam video, sementara ia sendiri memutar lagu berjudul "My Time" melalui ponsel pribadinya sebagai musik pengiring.
"Dia korban ini bersama teman-temannya. Jadi diawali dengan mereka foto-foto bersama, alasannya mau melihat patung GWK dari lokasi itu. Setelah foto, "Oke, surprise mau dimulai," kata Iptu Azel saat dijumpai Tribun Bali di ruang kerjanya, pada Jumat 24 April 2026.
"Jadi teman-temannya diminta untuk melihat dia berjoget mungkin seperti dalam video, diminta untuk merekam. Namun musik pengiringnya diberikan dia dari handphone milik korban sendiri," sambungnya.
Baca juga: FAKTA Baru Aksi Nekat Siswi SD Lompat di Pasar Serangan, Imajinasi Gim Omori, Korban Dikenal Pendiam
Baca juga: ASTAGA, Siswi SD Lompat di Pasar Serangan, Polisi Temukan Dugaan Terinspirasi Tren Gim Online OMORI?
Iptu Azel menjelaskan, bahwa teman-teman korban sama sekali tidak menyadari motif di balik permintaan tersebut hingga akhirnya korban tiba-tiba berlari dan melompat dari ketinggian lantai tiga.
"Artinya musik yang berjudul "My Time" saya sampaikan sebelumnya tadi itu sudah ada tersimpan di dalam handphone si korban," kata dia.
"Nah, tanpa mengetahui motif yang seperti apa, teman-teman korban tiba-tiba kaget di ending daripada video itu dia tiba-tiba berlari meloncat dari pada dari gedung lantai tiga itu," jabarnya.
Berdasarkan penyelidikan, mendalam dan hasil digital forensik, polisi memastikan tidak ditemukan adanya unsur perundungan atau bullying dalam grup pertemanan mereka.
"Bisa saya pastikan dari analisa digital forensik, kami tidak menemukan adanya unsur bullying terhadap anak tersebut," tegas Iptu Aze.
Fokus penyelidikan kini tertuju pada pengaruh konten digital, mengingat lagu yang diputar identik dengan adegan akhir dalam game misteri Omori yang menggambarkan karakter utamanya melompat dari gedung.
Dibalik aksi nekat yang menghebohkan warga Denpasar ini, terungkap fakta mengenai kepribadian korban yang sangat tertutup dan pendiam.
Pihak kepolisian menemukan fakta, bahwa korban memiliki riwayat perilaku melukai diri sendiri jauh sebelum kejadian ini.
Wali kelas korban di sekolah pernah melihat siswi tersebut, memukul-mukul badannya sendiri menggunakan pulpen, sebuah tindakan yang mengindikasikan adanya tekanan psikologis yang tidak terdeteksi secara dini oleh lingkungan sekitarnya.
Iptu Azel menyebutkan, bahwa imajinasi korban yang terlalu luas kemungkinan membuatnya merasa seolah-olah menjadi karakter utama dalam permainan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/siswi-SD-lompat-di-Pasar-Serangan-vgrewgverg.jpg)