Bali United
Meski Ibarat Daud Lawan Goliath, Bali United Bisa Manfaatkan Kelelahan Pemain Melbourne Victory
Kondisi tim tuan rumah saat ini sudah tiga kali menjalani tiga laga beruntun di Australia League 2020
Penulis: Marianus Seran | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM - Skuat Bali United bisa memanfaatkan faktor kelelahan pemain Melbourne Victory jelang laga kedua kualifikasi Liga Champion Asia 2020, Selasa (21/1/2020) di Stadion Melbourne, Australia.
Kondisi tim tuan rumah saat ini sudah tiga kali menjalani tiga laga beruntun di Australia League 2020 dengan jarak waktu yang mepet.
Tentu ini akan menguras fisik pemain.
Apalagi mereka baru saja ditinggal pergi pelatih asal Jerman Marco Kurz, yang digantikan sementara oleh asisten pelatih Carlos Salvachua.
Situasi tim lawan sementara kacau.
Fadil Sausu dan kawan-kawan bisa memanfaatkan ini.
Namun, hal itu tidak mudah, karena skuat yang didirikan tahun 2004 ini memiliki prestasi Empat kali juara Australia League.
Bali United juga bakal sulit hadapi tim ini saat bermain di kandang mereka yang terkenal angker di A League.
Stadion berkapasitas 30 ribu penonton kerap menjadi teror tim lawan.
Faktor kesulitan lainnya yakni tinggi badan atau postur antara kedua tim.
Tim ini dihuni semua pemain berdarah asing dengan tinggi badan diatas 180 cm.
Kiper Melbourne Victory L Thomas yang baru berusia 17 tahun memiliki tinggi badan 191 cm.
Bahkan ada pemain betinggi 201 cm (penyerang asal Sudan Selatan) Kenjok Athiu.
Pemain mereka yang memiliki tinggi dibawa 180 cm (178) hanya penyerang kanan Andrew Nabbout.
Dibanding Bali United, pemain dengan postur tubuh ideal hanya Willian Pacecho, Leonard Tupamahu, Gunawan Dwi Cahyo, Ilija Spaso, Melvin Platje, dan Gavin Kwan. Selainnya, memiliki tinggi di bawah 180 cm.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/striker-melbourne-victory-ola-toivonen.jpg)