Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Subak Perancak Kini Miliki Trash Block Lanjutan Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Sungai

Subak Perancak Kini Miliki Trash Block Lanjutan Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Sungai

Tayang:
Communications PT Multi Bintang Indonesia Tbk.
Foto istimewa : PT. Multi Bintang Indonesia Tbk (Produsen Bir Bintang) bekerja sama dengan Make A Change World meresmikan pemasangan trash block di Subak Perancak, Tibubeneng, Kuta Utara, Bali, Jumat (17/1/2020). 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA – Sebagai kelanjutan dari inisiatif Sungai Watch dalam rangka turut menjaga lingkungan Bali sebagai salah satu pusat pariwisata Indonesia.

PT. Multi Bintang Indonesia Tbk (Produsen Bir Bintang) bekerja sama dengan Make A Change World meresmikan pemasangan trash block di Subak Perancak, Tibubeneng, Kuta Utara, Bali, Jumat (17/1/2020).

Trash block sendiri merupakan versi yang telah dimodifikasi dari trash boom, solusi teknologi mudah dan terjangkau yang dapat mencegah sampah masuk ke sungai, saluran air, dan pantai secara efektif. 

Rancangan trash block dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat digunakan pada sungai yang berukuran lebih kecil. 

PU Klungkung Berencana Kembangkan Campuran Aspal Dari Sampah Plastik

Kejaksaan Tinggi Bali Resmi Menahan Ketua LPD Desa Pakraman Gerogak Atas Dugaan Penyelewengan Dana

TNI Gerebek Lokasi Persembunyian KKB di Papua, Lumpuhkan Satu Orang & Antisipasi Serangan Balasan

Sebelumnya pada November 2019, kolaborasi Sungai Watch telah memasang trash boom pertama di Sungai Yeh Poh, Desa Kerobokan Kelod. 

Teknologi yang digunakan merupakan hasil pengembangan sebuah perusahaan start-up lingkungan asal Jerman, Plastic Fischer.

“Melalui inisiatif Sungai Watch, kami juga melibatkan masyarakat Bali untuk menumbuhkan pemahaman mereka dan mendorong perubahan perilaku terkait pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ungkap Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Mariska van Drooge.

Sementara itu, Gary Bencheghib, pendiri Make A Change World mengatakan, membersihkan sungai-sungai kita hanyalah sebuah permulaan dalam mencari solusi untuk mengatasi permasalahan polusi sampah plastik. 

“Inisiatif Sungai Watch pada dasarnya ditujukan untuk mengubah cara kita memandang sungai dan mengembalikan sungai ke sifat awalnya, yaitu sebagai saluran air murni dan alami. Apa yang kami lakukan sebenarnya merupakan sebuah upaya mendesak untuk melindungi lautan kita, dimulai dengan tindakan nyata di daratan,” imbuh Gary.

Lebih dari 80 persen polusi sampah plastik di laut sebenarnya datang dari sungai dan sampah di daratan kita harus menghentikan dari sumbernya, sekarang.

Masalah sampah di Bali membutuhkan penanganan yang mendesak, dan pemerintah Bali telah berkomitmen untuk mengurangi 70 persen sampah pada 2025 serta mengeluarkan peraturan pendukung dan pengembangan strategi pengelolaan sampah yang terintegrasi. 

Untuk mendukung upaya tersebut, tahun ini PT Multi Bintang Indonesia Tbk dan Make A Change World akan melanjutkan kolaborasi untuk memasang trash boom ketiga di salah satu anak Sungai Ayung sebagai jalur air terpenting di Bali.

Penggunaan sistem ‘perangkap sampah’ di sungai sendiri sebenarnya bukan yang pertama kali. 

Sebelumnya, perusahaan telah memasang sebuah waste trap di Sungai Cisadane, yang berlokasi dekat dengan fasilitas produksi Bir Bintang di Tangerang, Banten. 

Pengalaman dan pembelajaran yang didapat dari instalasi waste trap ini kemudian menjadi masukan bagi Make A Change World dan Plastic Fischer dalam proses modifikasi trash block

Ini merupakan bagian dari komitmen Bintang untuk turut mengatasi permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved