Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Dishub Badung Sasar Parkir Liar dan Manfaatkan Fasum di Area Kuta Utara sampai Kuta Selatan

Untuk itu, Dishub Kabupaten Badung berencana menggelar razia parkir liar besar-besaran di sejumlah kawasan padat aktivitas wisata.

Tayang:
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Rambu larangan parkir yang ada di sepanjang jalan Pantai Kuta 

TRIBUN-BALI.COM - Parkir liar yang selama ini terjadi di wilayah Badung menjadi perhatian serius Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Pasalnya ada beberapa parkir liar yang memanfaatkan trotoar hingga mengganggu pejalan kaki.

Untuk itu, Dishub Kabupaten Badung berencana menggelar razia parkir liar besar-besaran di sejumlah kawasan padat aktivitas wisata. Penertiban ini dilakukan sebagai upaya mengurangi pelanggaran dan juga menyebabkan kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, AA Gde Rahmadi, tidak menampik jika masih banyak parkir liar yang ada di Badung khususnya kawasan pariwisata. Untuk itu razia akan dilaksanakan dalam waktu dekat dengan menyasar sejumlah titik yang selama ini menjadi kantong parkir liar. 

Baca juga: AM Resmi Jadi Tersangka, Polisi Sebut Bule Inggris Tebas FO di Buleleng Ada Riwayat Gangguan Jiwa!

Baca juga: ANTREAN Haji Capai 28 Tahun, Hampir 2.000 Calon Jamaah Haji Masih Menunggu


 
"Razia parkir liar akan kami laksanakan dalam waktu dekat. Kawasan yang menjadi fokus penertiban meliputi Kuta, Kuta Utara, hingga Kuta Selatan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (8/5).

Lanjut Rahmadi menyebutkan operasi penertiban nantinya tidak hanya dilakukan oleh Dishub Badung semata. Dishub juga akan bersinergi dengan Satpol PP, dan tidak menutup kemungkinan membuka peluang kolaborasi bersama aparat kepolisian agar penertiban berjalan maksimal. 

"Dalam operasi itu kami bersinergi dengan Satpol PP, nantinya bila diperlukan bisa juga berkolaborasi dengan pihak kepolisian," ungkap Rahmadi

Bendahara KONI Badung ini juga menyebutkan penertiban parkir liar merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mencegah kemacetan, khususnya di kawasan pariwisata yang tingkat mobilitas kendaraannya cukup tinggi. Selain itu ada juga parkir liar yang memanfaatkan trotoar hingga menggamggu pejalan kaki.

"Sejumlah kemacetan yang terjadi selama ini dipicu kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan," tegas Rahmadi.

Rahmadi menambahkan, persoalan parkir liar kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Badung. Bahkan persoalan tersebut turut menjadi atensi langsung Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengingat dampaknya terhadap kenyamanan masyarakat dan citra pariwisata Badung

"Soal parkir liar ini, banyak juga laporan adanya pemanfaatan fasilitas umum (fasum) sebagai kantong parkir. Ini kami telusuri juga dan tidak luput dari razia kami nantinya," imbuhnya. (gus)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved