Viral di Media Sosial
Siswi SMP Buleleng Berani Foto Bugil, Tersangka Penyebar Konten di Medsos Masih Bebas Berkeliaran
Saat ini, polisi sendiri masih menunggu kepada pihak yang merasa dirugikan untuk melapor ke Mapolres Buleleng, Bali.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Rizki Laelani
Siswi SMP di Buleleng Berani Foto Bugil, Polisi Mengaku Belum Bisa Kejar Pelaku Penyebar Konten di Medsos
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengaku Unit PPA Polres Buleleng sudah memberi pendampingan pada siswi SMP yang membuat konten sendiri foto bugil.
Saat ini, polisi sendiri masih menunggu kepada pihak yang merasa dirugikan untuk melapor ke Mapolres Buleleng, Bali.
Sehingga polisi dapat segera memburu siapa pelaku yang nekat mengedarkan foto bugil siswi malang tersebut.
"Sejauh ini belum ada laporan. Namun Unit PPA sudah melakukan pendampingan terhadap korban," tutur Iptu Sumarjaya .
"Kalau bisa, kepada pihak yang merasa dirugikan untuk melapor ke polisi, sehingga kami mudah menindaklanjuti. Karena ini termasuk pelanggaran undang-undang ITE," jelasnya.
Warga Buleleng resah akibat viralnya foto bugil seorang siswi SMP di Buleleng.
Menurut informasi, siswi itu berfoto tanpa mengenakan busana pada enam bulan yang lalu.
Namun, foto itu baru beredar di sosial media dan viral pada minggu belakangan ini.
Tak hanya foto bugil, ada pula sepotong video berdurasi 20 detik yang beredar di sosial media.
• Sudah Sepakan Foto Bugil Siswi SMP di Buleleng Viral, Ini Penjelasan Polisi
• BREAKING NEWS: Foto Bugil dan Video Dugaan Kekerasan Siswi SMP di Buleleng Viral di Medsos
• Hanya Wajah dan Pelat Nomor yang Diblur, Ini Penjelasan Foto Bugil Lolos di Google Street View
Lapor Polisi
Kaus serupa terjadi di Ngawi. Pemilik foto bugil yang beredar di media sosial dan sempat menghebohkan warganet di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, akhirnya melapor ke polisi.
Ia melaporkan pemilik akun medsos NF yang diduga mengungah foto tak senonoh itu.
Kasatreskrim Polres Ngawi AKP M Khoirul Hidayat mengatakan, pemilik foto yang menjadi korban pemerasan tersebut melapor ke polisi pada Kamis (12/9/2019).
"Iya (dilaporkan) semoga bisa segera terungkap,” ujarnya melalui pesan singkat WhatsApp Jumat (13/09/2019).