DLH Gianyar Himbau Pejual Ogoh-ogoh Mini Pakai Bahan Ramah Lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar Himbau Pejual Ogoh-ogoh Mini Pakai Bahan Ramah Lingkungan
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Ogoh-ogoh Sang Maungpati karya STT Banjar Gemeh Indah, Banjar Gemeh, Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat, Bali.
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Hari Suci Nyepi 2020 akan jatuh pada pertengahan Maret mendatang.
Biasanya, jauh-jauh hari sebelum perayaan berlangsung, sejumlah pengusaha ekonomi kreatif, mulai memanfaatkan momen menjelang Nyepi untuk menjual miniatur ogoh-ogoh.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, penjualan miniatur ogoh-ogoh, yang biasanya dibeli oleh kalangan orangtua untuk mainan anak-anak, sangat laris terjual.
Pemkab Gianyar, menilai hal tersebut sebagai hal positif, lantaran dapat menciptakan peluang kerja untuk masyarakat.
• Vanessa Angel Buka-Bukaan Soal Kasus Prostitusi Kepada Hotman Paris Dan Respon Keluarga Suami
• 5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Berbelanja Agar Tetap Jadi Konsumen Cerdas
• Sebabkan Masalah Kesehatan, Jangan Letakkan Ranjang di Bawah Balok Rumah, Ini Menurut Fengshui
Namun bisnis musiman tersebut tidak lepas dari sisi negatif, yaitu jenis bahan pembuatan ogoh-ogoh mini ini.
Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan yang tidak ramah lingkungan, seperti styrofoam, dan bahan berbahaya lainnya.
Tentunya kondisi tersebut bertolak belakang dengan upaya pemerintah yang saat ini tengah serius memerangi sampah tersebut.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra berujar, penjual miniatur ogoh-ogoh masih belum terlihat.
Saat ini, menurutnya adalah kesempatan yang baik, untuk mengajak masyarakat, yang nantinya berjualan ogoh-ogoh miniatur, untuk mempertimbangkan secara matang bahan pembuatannya.
“Mari kita gunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan,” ujarnya, Jumat (24/1/2020), .
Kujus meyakini, masyarakat pasti bisa mengikuti himbauannya, mengingat masyarakat Bali, Gianyar pada khususnya memiliki kemampuan tinggi di bidang kesenian.
“Masyarakat kita itu, kalau di bidang seni tidak perlu diragkan lagi. Sekarang hanya tinggal niat, kalau sudah ada niat pasti bisa,” ujarnya.
Kujus mengajak untuk mensupport generasi muda di banjar-banjar yang telah mulai peduli terhadap lingkungan, dengan tidak membuat ogoh-ogoh yang didominasi bahan non organik.
“Ayo sama-sama kita sukseskan gerakan lingkungan bebas sampah berbahaya,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ogoh-ogoh-sang-maungpati-karya-stt-banjar-gemeh-indah.jpg)