Wiki Bali
Fenty Effendy Nostalgia Sosok Sutopo Purwo Nugroho Bareng Pembaca di Bali
Fenty Effendy menyapa para pembaca di Bali dengan mengadakan ngobrol santai tentang buku biografi "Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia"
Penulis: Noviana Windri | Editor: Irma Budiarti
Fenty Effendy Nostalgia Sosok Sutopo Purwo Nugroho Bareng Pembaca di Bali
Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah meluncurkan buku biografi "Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia" pada September 2019 lalu, Fenty Effendy menyapa para pembaca di Bali dengan mengadakan ngobrol santai tentang buku karangannya tersebut.
Dalam acara tersebut, Fenty Effendy mengupas tuntas tentang pribadi Pak Topo, sapaan akrab Sutopo Purwo Nugroho, dan proses penulisan buku.
"Untuk menulis buku ini, saya selama seminggu hanya tidur ayam, 3-4 jam saja tidur," ujarnya.
Biografi Almarhum Pak Topo ini ditulis oleh Fenti Effendy yang secara eksklusif mewawancarai Almarhum Pak Topo sebelum wafat dan masih menjabat sebagai Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (PNPB).
"Setahu saya langka ketika peneliti menjadi humas. Salah satu inspirasi dari Pak Topo adalah membangun kreadibilatas bukan hanya punya jabatan. Menyebarkan literasi kebencanaan, kabar yang benar dan yang baik untuk melawan hoax," tambahnya.
Proses penulisan buku biografi ini juga tidak luput dari kendala, seperti terkejar waktu dan kondisi Pak Topo yang makin menurun karena kanker paru-paru yang diidapnya.
"Sempat tiga kali gagal wawancara Pak Topo. Karena kondisi Pak Topo yang kadang sakit. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Boyolali mewawancarai keluarga, guru, teman-teman Pak Topo," sambungnya.
Ngobrol santai buku biografi tentang 'Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia' juga dikupas oleh Kadek Dwita Apriani, seorang peneliti dan akademisi Bali.
Ia mengaku yang paling dramatis dari sosok Pak Topo adalah saat bencana Palu masih melakukan live di TV dengan wajah pucat, demi melaporkan kondisi terkini bencana Palu.
"Saat membaca buku ini, ternyata lebih dalam sosok Pak Topo. Buat saya yang paling dalam adalah Pak Topo tidak pernah mengatakan 'saya sakit', tetapi tetap menjalankan profesinya. Bagaimana dia memisahkan tugasnya mengabdi terhadap negara dan kehidupan pribadinya," ujarnya.
Acara ngobrol santai ditutup dengan tanya jawab dan sharing bersama.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ngobrol-santai-buku-biografi-sutopo-purwo-nugroho-terjebak-nostalgia-di-bali.jpg)