Berita Denpasar
Persempit Ruang Kejahatan, Kapolresta Denpasar Gandeng 80 Ribu Driver Ojol di Bali Jadi Mata
Kapolresta menyoroti beberapa kasus kriminal yang melibatkan mitra aplikasi dan sempat viral di media sosial.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polresta Denpasar menaruh perhatian serius terhadap keberadaan lebih dari 80.000 driver ojek online (ojol) yang beroperasi di wilayah Bali dalam kaitannya untuk menekan angka kriminalitas.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya untuk menindak tegas oknum driver yang terlibat tindak pidana demi menjaga citra transportasi online dan keamanan wilayah.
Pertemuan yang berlangsung santai namun sarat pesan keamanan ini dihadiri langsung oleh pengurus dan anggota Gojek Bali Nusra dalam agenda "Ngopi Kamtibmas" yang digelar di Jalan Kebo Iwa, Denpasar, pada Senin 6 April 2026.
Kapolresta Leonardo David Simatupang menjelaskan bahwa dengan jumlah massa mencapai puluhan ribu orang, driver ojol memiliki potensi besar menjadi mitra kepolisian, namun di sisi lain rentan disusupi oknum yang merusak ketertiban.
Baca juga: Mobil Anggota Polri Diamuk Oknum Debt Collector Di Kuta Bali, Polresta Buru Pelaku Yang Masih Buron
Dalam arahannya, Kapolresta menyoroti beberapa kasus kriminal yang melibatkan mitra aplikasi dan sempat viral di media sosial.
Ia menekankan bahwa koordinasi antara aplikator dan kepolisian harus diperketat agar ruang gerak oknum pelaku kejahatan semakin sempit.
“Kami berharap ke depan permasalahan yang melibatkan mitra aplikasi, baik itu Gojek, Grab, maupun Maxim, dapat diminimalisir melalui peningkatan kesadaran bersama," kata Kapolresta Denpasar.
"Atribut yang rekan-rekan gunakan adalah identitas resmi, maka gunakanlah dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan. Jangan sampai disalahgunakan oleh pihak yang tidak terdaftar,” imbuhnya.
Selain masalah perilaku di jalan raya, Kapolresta juga memberikan atensi khusus pada modus peredaran gelap narkotika yang kerap memanfaatkan jasa pengiriman barang melalui transportasi online.
Ia meminta para driver untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk paket atau aktivitas yang mencurigakan kepada aparat penegak hukum.
“Segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan paket mencurigakan, seperti dugaan narkotika atau bahan berbahaya lainnya. Langkah cepat rekan-rekan sangat penting guna membantu kami dalam tindakan pencegahan maupun penegakan hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Satgas Areal Koordinator Bali Nusra Gojek, Gusti Ngurah Supriasta, menyambut positif arahan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini tercatat sekitar 80.000 mitra Gojek yang tersebar di berbagai titik di Bali.
Angka yang sangat besar ini menurutnya siap dikerahkan untuk mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif.
“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan dialog langsung ini. Saat ini jumlah anggota kami di Bali mencapai 80.000 orang," kata Gusti Ngurah Supriasta.
| Mobil Anggota Polri Diamuk Oknum Debt Collector Di Kuta Bali, Polresta Buru Pelaku Yang Masih Buron |
|
|---|
| Polresta Denpasar Dalami Laporan Viral Pemuda 19 Tahun Aniaya Istri Siri, Seret Nama Niluh Djelantik |
|
|---|
| Beli Narkoba 2 Kg via Instagram, 2 Pengedar Diringkus Polresta Denpasar, Berawal dari Seorang Wanita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Persempit-Ruang-Kejahatan-Kapolresta-Denpasar-Gandeng-80-Ribu-Driver-Ojol-di-Bali-Jadi-Mata.jpg)