Waspada Penipuan Lewat WhatsApp, Begini Modus-modusnya, Mengaku Sebagai Kerabat Hingga Teman
Waspada Penipuan Lewat WhatsApp, Begini Modus-modusnya, Mengaku Sebagai Kerabat Hingga Teman
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari modus kejahatan semacam ini.
Anda bisa perhatikan gaya berkomunikasinya.
Yakinkan kembali apakah suara atau gaya penulisan pesannya sama seperti teman atau kerabat Anda yang coba ditiru oleh si penipu.
Gaya percakapan yang digunakan mungkin berbeda, seperti tutur bahasa yang dipilih, cara mereka menjelaskan situasi, dan hal kecil lainnya yang membuat kita ragu.
Jangan lupa pula untuk menanyakan informasi tambahan dari sumber yang terpercaya.
Jika dari pengamatan ini Anda mulai ragu, segera putus kontak dengan memblokir dan melaporkan akun tersebut.
2. Iming-iming hadiah
Siapa tidak tergoda dijanjikan hadiah?
Tapi hati-hati, bisa jadi iming-iming itu hanyalah modus untuk membuat Anda semakin buntung, alih-alih beruntung.
Biasanya, oknum penipu mengaku sebagai pihak perusahaan/brand yang meyakinkan bahwa kita memenangkan hadiah besar, atau sekadar menawarkan pekerjaan yang sebelumnya kita tidak pernah mendaftar.
Dari praktik ini, pelaku biasanya meminta informasi data pribadi kita atau paling parah, meminta sejumlah uang untuk menebus hadiah atau hal lain.
Jika mendapatkan pesan semacam itu, amati dulu bagaimana pesannya.
Apakah pesan mengandung banyak sekali kesalahan ejaan atau tata bahasa dan lihat pula apakah Anda diminta untuk mengetuk tautan di dalam pesan tersebut.
Terkadang, pelaku meminta Anda untuk membagikan informasi pribadi Anda, seperti nomor kartu kredit dan rekening bank, tanggal lahir, kata sandi.
Apabila pesan dikirim melalui WhatsApp, biasanya Anda diminta untuk meneruskan pesan dan meminta calon korban untuk mengklik tautan untuk "mengaktifkan" fitur baru.