5 Mitos Pernikahan Tionghoa yang Tak Boleh Dilanggar agar Enteng Jodoh
Pada pernikahan Tionghoa ini ada berbagai mitos yang harus harus dihindari agar tak terkena sial.
TRIBUN-BALI.COM - Di dunia ini mitos dan tradisi budaya memanglah tak bisa dipisahkan.
Bahkan di era modern seperti ini.
Ada banyak mitos warisan nenek moyang yang dipercaya oleh masyarakat.
Bahkan dalam budaya Tionghoa juga sangat kental dengan tradisi leluhurnya.
Salah satunya mitos mengenai pernikahan di budaya Tionghoa.
Pada pernikahan Tionghoa ini ada berbagai mitos yang harus harus dihindari agar tak terkena sial.
Lalu apa saja sih mitos mengenai pernikahan Tionghoa ini?
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa mitos pernikahan Tionghoa.
• Ramalan Shio Di Tahun Baru Imlek 25 Januari 2020, Ada Godaan Untuk Shio Ular
• Kongco Dwipayana Tanah Kilap Sebagai Cikal Bakal Barongsai di Bali, Rampung Dibangun Tahun 1999
• Begini Harapan Umat Vihara Dharmayana Kuta Di Tahun Baru Imlek
1. Sebelum menikah, pengantin dilarang mengenakan baju pengantin
Mitos yang satu ini berlaku bagi mereka yang masih belum menikah.
Mitosnya jika mengenakan baju pengantin sebelum menikah malah bisa jadi susah mendapat jodoh.
Untuk itu jangan sampai mengenakan baju pengantin sebelum menikah apapun alasannya.
2. Jadi pengapit pengantin jangan lebih dari 3 kali
Berikutnya mitos yang berhubungan dengan seorang pengapit pengantin.
Mitosnya jika tugas seorang pengapit pengantin ini tidak boleh menjalankan tugas ini lebih dari 3 kali.
Jika dilanggar, maka akan membuat sulit bertemu jodoh.
• Dilarang Bersihkan Rumah hingga Tutup Pintu, Berikut Pantangan Saat Tahun Baru Imlek
• 50 Ucapan Imlek 2020 dalam Bahasa Mandarin, Inggris, dan Indonesia, Mulai dari Xinnian Kuaile
• Tips Menghindari Lonjakan Gula Darah Saat Rayakan Tahun Baru Imlek yang Kaya Suguhan Manis
3. Jarak pasangan ideal adalah 4 tahun
Mitos selanjutnya adalah mengenai jarak umur pasangan pengantin yang paling bagus adalah 4 tahun.
Karena dalam budaya Tionghoa, angka 4 ini diibaratkan kaki meja yang mampu berdiri kokoh.
Hal ini dipercaya mampu membuat rumah tangga menjadi kokoh.
Sedangkan ada beberapa jarak umur pasangan yang dilarang dalam pernikahan di Tionghoa.
Yaitu mulai dari 3,6, dan 9 tahun.
Jika pengantin seperti di atas maka dipercaya pernikahan tak akan berjalan lancar.
• Shio Kerbau di Tahun Tikus Logam Akan Temukan Belahan Jiwa dan Dapat Bonus Besar
4. Biar Enteng jodoh, mereka yang single harus makan kue pemberian pengantin
Untuk mereka yang masih single, mitos yang satu ini layak untuk dicoba.
Pada saat ritual single, pengantin akan berkeliling sambil membawa kue dan diberikan kepada yang masih single.
Mitosnya mereka yang masih single memakan kue tersebut akan membuat Anda menjadi enteng jodoh.
5. Tak mendapat angpao saat prosesi pernikahan bisa sial
Mitos yang satu ini berlaku bagi mereka yang membantu proses pernikahan.
Bagi mereka jika tak mendapat angpao pada prosesi ini malah bisa bernasib sial.
Untuk itu bagi mereka yang membantu acara pernikahan harus berusaha mendapatkan angpao. (*)
Artikel ini telah tayang di Grid ID dengan judul "Mitos Pernikahan Tionghoa ini Jika Dilanggar Bikin Sial, Benarkah?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bunga-pernikahan.jpg)