Dewa Gede Parta Senang Sudah Punya Merajan di Kalimantan Selatan
Meski hanya ada 8 KK, di Desa tersebut yang beragama Hindu Bali, dia membangun merajan agar lebih mudah saat bersembahyang.
TRIBUN-BALI.COM - Peresmian merajan keluarga I Dewa Gede Parta.
Demi memudahkan keluarganya beribadah, I Dewa Gede Parta membangun merajan atau tempat suci di depan rumahnya di Desa Wonorejo rt 2 rw 1 Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan.
Meski hanya ada 8 KK, di Desa tersebut yang beragama Hindu Bali, dia membangun merajan agar lebih mudah saat bersembahyang.
Peresmian itu langsung dipimpin pendeta Hindu dari Banjarmasin.
Proses peresmian merajan tersebut berlangsung pada Rabu (29/1/2020) siang.
Pihak keluarga pun berdatangan untuk meramaikan kegiatan peresmian merajan yang dibalut kesenian, musik khas Bali dan tari-tarian Bali.
Waktu yang diperlukannya untuk menyelesaikan merajan yang cukup besar dan luas itu menghabiskan waktu selama 8 bulan.
Pengukir ini sendiri aslinya memang dari Bali dan sudah punya keahlian.
Gede Budiana datang sekitar tahun 2007 lalu dan kini menetap di Serongga Kotabaru.
Merajan tersebut kini resmi bisa digunakan keluarga untuk beribadah.
Pemiliknya pun merasa senang lantaran, kini dia bisa membuat merajan sendiri.
"Ya dengan jerih payah, akhirnya merajan ini selesai kami buat untuk mempermudah kami (keluarga) melaksanakan ibadah. Kalau sebelumnya cuma kayu biasa tapi sekarang sudah permanen dan besar," kata I Dewa Gede Parta kepada Banjarmasinpost.co.id.
Sementara itu, pendeta Hindu di Kalimantan Selatan, mengatakan saat ini merajan tersebut telah suci dan sudah di SK-kan untuk digunakan sebagai tempat ibadah.
Sebab segala bentuk kegiatan telah dilakukan bersama pihak keluarga.
"Tempat ini selalu disucikan dan juga ada ketentuan seperti perempuan haid, keguguran tidak boleh masuk, karena area ini sudah disucikan semua, makanya ada pagar," katanya.
Pura ini juga sudah bisa digunakan setelah sucikan dan di SK-kan.
Sehingga pihak keluarga bisa beribadah dengan mudah dan nyaman.
Setelah proses peresmian bersama ayah pemilik merajan, I Dewa Made Gingsir, hingga cucunya, mereka kini mera