Breaking News:

Kasus Sodomi di Bali, Ternyata Ini Dampak Buruk Hubungan Seks dari 'Belakang'

Ketika membahas mengenai kasus pemerkosaan dengan cara sodomi, topik mengenai dampak dari sisi medis menjadi perbincangan yang perlu disoroti.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban perkosaan. 

Kasus Sodomi di Bali, Ternyata Ini Dampak Buruk Hubungan Seks dari 'Belakang'

TRIBUN-BALI.COM - Ketika membahas mengenai kasus pemerkosaan dengan cara sodomi, topik mengenai dampak dari sisi medis menjadi perbincangan yang perlu disoroti.

Satu di antaranya jika pemerkosaan dilakukan melalui lubang anus atau yang dikenal dengan sodomi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sodomi merupakan senggama antarmanusia yang terjadi secara anal, biasanya terjadi antarpria.

Pemerkosaan selain berdampak pada psikis korban, juga berdampak pada fisik.

Area yang paling terdampak dari senggama secara anal adalah anus dan rektum. Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SsPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP menjelaskan, anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk menerima masuknya benda asing dari luar, termasuk penis.

Siswi SMP yang Dimabuk Asmara, Ngaku Diculik hingga 12 Hari Demi Bisa Berduan dengan Pacarnya

MotoGP Mandalika Minus Valentino Rossi Jika Jadi Dihelat 2021, Ini Alasannya

Tiket MotoGP Mandalika Laris Manis, Sudah Terpesan 4000 Tiket

Ini Nama Pebulu Tangikis Indonesia yang Masuk Zona Aman Olimpiade Tokyo 2020

Sehingga, masuknya benda asing secara paksa melalui dubur dan tanpa pelumas akan menyebabkan dinding anus dan bagian poros usus (rektum) rentan mengalami luka.

Ketika luka sudah timbul, maka area tersebut rentan mengalami infeksi.

"Ini (dubur) bukan tempat untuk senggama, tapi untuk BAB (buang air besar) keluar.

Feses sebelum dikeluarkan setiap pagi memang ditampung di situ."

Halaman
123
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved