Meski KMP Parama Kalyani Kandas di Padang Bai, Tapi Penumpang Tak Panik

Tak ada hambatan selama pelayaran, tanda-tanda kandas juga tidak nampak, petaka datang saat akan sandar di Padang Bai.

Meski KMP Parama Kalyani Kandas di Padang Bai, Tapi Penumpang Tak Panik
tribun bali/ saiful rohim
Petugas mengevakuasi penumpang dari kapal yang kandas. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - KMP Parama Kalyani kandas di Perairan Pelabuhan Padang Bai, Manggis, Karangasem, Bali, Rabu (29/1/2020) pukul 04.00 Wita.

Tepatnya, 200 meter dari Dermaga II Pelabuhan Padang Bai. Tak ada korban jiwa dan luka. Penumpang hanya syok saat kapal kandas.

Made Carayasa, penumpang KMP Parama Kalyani mengungkapkan, kapal berangkat dari Pelabuhan Lembar, Lombok sekitar pukul 00.00 Wita.

Tak ada hambatan selama pelayaran. Tanda-tanda kandas juga tidak nampak.

Petaka datang saat akan sandar di Padang Bai. Saat kejadian, Carayasa duduk di bagian atas.

Dikarenakan kapal terlalu mengambil haluan ke kanan, sehingga tak bisa bergerak.

Sebagian besar penumpang sedang tidur, sehingga tak ada yang panik.

"Nggak ada yang panik. Saat kapal kandas sebagian penumpang sedang tidur. Saat bangun tidur penumpangnya terlihat biasa. Soalnya kapalnya kandas dekat dengan dermaga," kata Carayasa saat ditemui di parkiran Pelabuhan Padang Bai, Rabu (29/1/2020) pagi.

Beberapa menit kemudian, penumpang dievakuasi dengan boat oleh tim Basarnas, Polsek Padang Bai, serta Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai.

Proses evakuasi berjalan lancar. Penumpang juga tidak panik.

Koordinator Basarnas Karangasem, Gusti Ngurah Eka Widnyana menjelaskan, Basarnas langsung menuju lokasi setelah mendapat informasi ada kapal kandas.

Basarnas mengerahkan rubber boat dan belasan personel untuk mengevakuasi penumpang.

Kapal membawa 176 orang terdiri ABK dan penumpang. Kapal juga membawa 50 unit sepeda motor, 2 kendaraan roda empat, 10 truk sedang, 9 truk besar, serta 6 tronton.

“Kapal tersebut kandas saat melakukan olah gerak untuk menyandar di Dermaga I Pelabuhan Padang Bai. Namun posisinya aman dan menunggu air pasang. Proses evakuasi berjalan sekitar 2 jam," pungkas Gusti Eka. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved