Penusukan di Buleleng
Tuduh Ponakannya Mencuri Rokok, Nyawa I Made Niti Sastra Nyaris Melayang Setelah Duel Berdarah
Di hadapan polisi, De Abang mengaku nekat menganiaya korban lantaran sakit hati pernah dituduh mencuri.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Rizki Laelani
Tuduh Ponakannya Mencuri Rokok, Nyawa I Made Niti Sastra Nyaris Melayang Setelah Duel Berdarah
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Terkuak sudah motif penganiayaan yang dilakukan Gede Suputra alias De Abang (32).
Pria asal Banjar Dinas Tengah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng ini nyaris menghabisi nyawa pamannya sendiri lantaran sakit hati pernah dituduh mencuri.
Kapolsek Banjar, Kompol Semarajaya mengatakan, saat ini pelaku masih berada di Mapolsek Banjar untuk dimintai keterangan.
Di hadapan polisi, De Abang mengaku nekat menganiaya korban lantaran sakit hati pernah dituduh mencuri.
Ia kemudian mendatangi rumah korban sambil membawa sebilah pisau.
Beruntung kedatangannya itu berhasil diketahui oleh korban.
• Deretan Nama Pebulutangkis Indonesia yang Sudah Aman di Olimpiade Tokyo 2020
• Yamaha Umumkan Jorge Lorenzo Kembali ke MotoGP 2020 Setelah Memecat Rossi
• Piala Eropa 2020 Ada Tiki-Taka? Ini Komentar Legenda Timnas Portugal
Korban kemudian melakukan perlawanan dengan merampas pisau yang sempat diacungkan pelaku ke tubuh korban.
Sehingga luka yang dialami tidak terlalu parah, di bagian dagu dan leher.
"Pelaku dan korban tidak tinggal satu rumah. Pelaku dendam karena pernah dituduh mencuri rokok," singkatnya.
Diberitakan sebelumnya, nyawa I Made Niti Sastra nyaris melayang ditangan keponakannya sendiri.
Pria berusia 51 tahun asal Banjar Dinas Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng ini mengalami luka dibagian dagu dan leher akibat tertusuk ujung pisau, Kamis (30/1/2020) dinihari.
Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya mengatakan, kakek malang itu dianiaya oleh keponakannya bernama Gede Suputra alias De Abang (32). Dimana, korban yang saat itu tengah tidur, tiba-tiba terbangun lantaran adanya suara yang mencurigakan.
Korban kemudian memutuskan untuk keluar kamar.