Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kisah Dokter di Wuhan China, Bekerja Selama 16 Jam Sehari Hingga Mengenakan Popok Dewasa

Kisah Dokter di Wuhan China, Bekerja Selama 16 Jam Sehari Hingga Mengenakan Popok Dewasa

Tangkap layar Miaopai Video
Nenek 87 Tahun Ini Sembuh dari Virus Corona, ketika Keluar Ruang Isolasi, Langsung Disambut oleh Rumah Sakit 

TRIBUN-BALI.COM - Virus corona cukup meresahkan dunia.

Korban yang jatuh akibat virus tersebut bertambah setiap harinya.

Tidak hanya ada di Wuhan China, virus corona sekarang sudah tersebar ke negara lain.

Wabah virus corona yang menjangkiti hampir 12.000 orang di China sejak Desember 2019 menghadirkan kisah tak hanya dari mereka yang diisolasi.

Pelaku Tabrakan di Tol Bali Mandara Masih Shock, Statusnya Masih Menunggu 1x24 Jam

3 Ular Masuk Rumah Warga Saat Malam Hari di Denpasar, Lakukan Ini untuk Antisipasi

Ramalan 12 Zodiak di Februari 2020, Cancer Akan Menemui Kesuksesannya,.Scorpio Akan Mendapat Masalah

Namun juga dokter dan perawat yang menjadi ujung tombak untuk merawat para pasien, di mana mereka mengalami penyiksaan hingga bekerja berlebihan.

Seperti yang dialami oleh dokter di Wuhan, kota asal penyebaran virus corona.

Dia mengaku belum pulang ke rumah selama dua pekan.

Selain itu, dia juga tengah menjalani giliran jaga malam, di mana terdapat 150 pasien tengah mengantre untuk mendapat perawatan.

"Seluruh pasien gelisah. Beberapa orang bahkan menjadi putus asa karena harus menunggu hingga herjam-jam," ucapnya dikutip dari SCMP Sabtu (1/2/2020).

Dia mengaku sangat khawatir sebab dia mendengar, salah satu pengantre yang terlalu lama menunggu sudah mengatakan siap menikam tim medis.

"Saya begitu gelisah. Membunuh kami tidak akan mengurangi jumlah antrean, bukan?" kata dokter yang tidak disebutkan namanya itu.

Kekhawatirannya beralasan.

Sebab pada Rabu (30/1/2020), dua dokter di Rumah Sakit Keempat Wuhan dilaporkan disiksa oleh salah satu keluarga pasien.

Bahkan berdasarkan laporan harian China Beijing Youth Daily, pakaian pelindung salah satu dokter itu dirobek di area yang terinfeksi.

Dokter itu melanjutkan, emosi publik menjadi labil karena rumah sakit sudah mencapai kapasitas maksimum sejak infeksi virus corona menjadi masif pada awal Januari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved