Setop Impor Komoditas Pangan dari China, Menteri Perdagangan Antisipasi Virus Corona
“Kita akan hentikan sementara untuk (impor) pasokan-pasokan makanan dan minuman dari negara (China) yang terjangkit virus tersebut,” kata Agus
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk sementara menyetop impor komoditas pangan dari China setelah merebaknya wabah virus corona.
Penghentian impor bahan makanan ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia mencegah masuknya virus corona ke Tanah Air.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, keputusan itu diambil karena kondisi saat ini yang tidak menentu mengenai virus corona.
“Kita akan hentikan sementara untuk (impor) pasokan-pasokan makanan dan minuman dari negara (China) yang terjangkit virus tersebut,” kata Agus usai meninjau harga bahan pokok di Pasar Senen, Jakarta, Senin (3/2/2020).
Agus menjelaskan, belum bisa menentukan sampai kapan penghentian sementara impor ini diberlakukan.
Jika berkaca pada wabah virus SARS pada 2003 lalu, kejadian SARS terjadi selama kurang lebih sembilan bulan.
“Kita nggak tahu. Yang dulu kejadian SARS itu kan kurang lebih 9 bulan. Mudah-mudahan lebih cepat dari yang dulu. Kita berdoa semua. Ini kan keadaan force majeure. Kita harus hadapi dengan bijak dan secara detail bagaimana kasus ini kita tangani,” kata dia.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan, dengan adanya penyetopan sementara impor tersebut, pihaknya berupaya untuk memenuhi kebutuhan dari pasokan dalam negeri.
“Kita memang men-delay, ya kita delay. Tetapi kalau di-delay kan tidak boleh kekurangan pasok. Itu yang saya siapkan,” kata Syahrul.
Syahrul mencontohkan, jika selama ini bawang putih diimpor dari China, maka dengan adanya penyetopan ini, pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan dari produksi dalam negeri.
Ia mengklaim produksi bawang putih dalam negeri mampu mencukupi kebutuhan nasional. Sebab itu, Syahrul menyebut tidak akan terjadi kelangkaan pasokan.
“Cadangan untuk bawang putih panen lokal kami sudah siapkan. InsyaAllah memenuhi apa yang menjadi kebutuhan. Karena impor yang kemarin kita pun masih punya cadangan menurut hitungan kita. Mestinya tidak perlu terjadi kelangkaan,” jelas Syahrul.
Perlahan tapi pasti harga bawang putih merangkak naik. Ini terbukti dari harga bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur yang melonjak, Senin (3/2/2020).
Di Pasar Induk Kramat Jati, harga bawang putih kini Rp 42.000 per kilogram (kg). Normalnya, harga bawang putih hanya Rp 38.000 per kg.
Kepala Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun mengatakan, kenaikan harga bawang putih terjadi karena pasokan bawang putih impor dari negara pemasoknya, China berkurang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/impor-bawang-tim-satgas-pangan-menunjukkan-tumpukan-karung.jpg)