Awal Tahun 2020 RSD Mangusada Terima Puluhan Pasien DBD, 14 Pasien Masih Dalam Perawatan
Januari 2020 kemarin, rumah sakit plat merah itu mencatat ada sebanyak 60 pasien DBD dirawat di RSD Mangusada, dan hingga hari ini masih ada belasan
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
Awal Tahun 2020 RSD Mangusada Terima Puluhan Pasien DBD, 14 Pasien Masih Dalam Perawatan
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Awal tahun 2020, RSD Mangusada banyak menerima pasien Demam Berdarah Dengue (DBD).
Januari 2020 kemarin, rumah sakit plat merah itu mencatat ada sebanyak 60 pasien DBD dirawat di RSD Mangusada, dan hingga hari ini masih ada belasan pasien DBD yang dirawat.
Kepala Bidang Pelayanan RSD Mangusada, dr Made Nurija tak menampik RSD Mangusada menerima banyak pasien DBD.
“Untuk bulan Januari 2020 lalu, tercatat ada 60 pasien DBD di RSD Mangusada,” katanya saat ditemui rabu (5/2/2020).
Dan hingga saat ini masih ada sebanyak 14 asien yang dirawat di RSD Mangusada dengan gejala DBD.
“14 pasien ini bukan semua dari 60 pasien sebelumnya, namun ada penambahan,” akunya.
Sesuai catatan rumah sakit, Senin (3/2/2020) lalu, tercatat ada sebanyak 9 pasien yang dirawat dengan kasus DBD.
• Seri 1 Srikandi Cup 2020, Merpati Bali Menang Atas Sahabat Semarang
• Kuliah di ITB Stikom Bali Bisa Magang di Jepang, Bagaimana Caranya?
Namun hingga kini dinyatakan sebanyak 14 pasien yang dirawat.
Sehingga pasien DBD yang dirawat mengalami peningkatan sebanyak 5 pasien.
“Kemungkinan ada penambahan, yang jelas hingga saat ini ada 14 pasien, yakni orang dewasa sebanyak 12 pasien dan anak-anak sebanyak 2 pasien,” bebernya sembari mengatakan kondisi pasien semua berangsur membaik.
Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan dr I Nyoman Gunarta mengakui kasus DBD mulai terjadi awal tahun 2020.
Menurutnya, tidak terlalu tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, pihaknya mengaku tetap akan melakukan penyemprotan atau fogging dengan mesin ULV (ultra low volume) di setiap kecamatan.
“Mulai awal bulan sudah lakukan penyemprotan pada setiap kecamatan. Hanya saja penyemprotan dimulai dari Kecamatan Kuta Selatan yakni di daerah Pecatu,” katanya.
• Resmikan Monumen Fatmawati, Presiden Sebut Beliau sebagai Ibu Seluruh Rakyat Indonesia
• Wabah Babi Mati Mendadak, Harga Babi di Jembrana Masih Stabil Rp 27 Ribu Per Kilogram
Pada penyemprotan atau fogging tersebut, Mantan Dirut RSD Mangusada itu mengaku melakukan dengan dua siklus.
Sehingga nantinya akan memaksimalkan proses penyemprotan dan membasmi perkembang biakan nyamuk.
“Nanti penyemprotan dilakukan sampai Mei 2020 dengan menyasar wilayah Kecamatan Abiansemal,” paparnya.
Disinggung keberadaan sarana dan prasarana dalam kegiatan fogging yang dilakukan, Gunarta memastikan sudah siap.
“Mesin ULV ada tiga unit beserta mobilnya. Kami juga punya mesin fogging 16 buah dengan lima regu fogging, dimana satu regu ada 8 orang. Di masing-masing kecamatan juga sudah ada mesinnya, begitu juga di desa yang dilakukan secara swadaya,” ungkapnya.
Sekalipun program fogging digencarkan, namun masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan di daerah masing-masing.
Sebab, menurutnya, tidak cukup mencegah wabah DBD hanya dengan fogging saja.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/waspada-nyamuk-loreng-putih.jpg)