Kuliah di ITB Stikom Bali Bisa Magang di Jepang, Bagaimana Caranya?
Tahun 2020 ini ITB Stikom Bali menawarkan program magang di Jepang, bagaimana mekanismenya?
Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti | Editor: Irma Budiarti
Kuliah di ITB Stikom Bali Bisa Magang di Jepang, Bagaimana Caranya?
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Kadek Rika Riyanti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kerja sama Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali dengan Jepang kian lama kian meningkat.
Hal inilah yang dipaparkan oleh Rektor ITB Stikom Bali Dadang Hermawan pada acara Syukuran Anugerah Bintang Jasa dari Kaisar Jepang untuk I Made Bandem dan Press Conference ITB Stikom Bali di Mangsi Tropical at Cassa Bunga, Jalan Raya Puputan Renon No. 178, Renon, Denpasar, Bali, Rabu (5/2/2020).
Acara syukuran ini, dihadiri Konsulat Jenderal Jepang Hirohisa Chiba, Wakil Konsulat Jenderal Jepang Ohashi Koichi, Pembina Yayasan WDS (Widya Dharma Shanti) I Made Bandem, Ketua Yayasan WDS Ida Bagus Dharmadiaksa, serta Rektor ITB Stikom Bali Dadang Hermawan
“Kami (ITB Stikom Bali) sudah melakukan kerja sama dengan Jepang dari tahun 2016,” kata Rektor ITB Stikom Bali Dadang Hermawan.
Dadang Hermawan, selaku Rektor ITB Stikom Bali mengatakan, hingga hari ini ada 14 orang mahasiswa ITB Stikom Bali yang telah berangkat ke Jepang untuk magang dari total 105 orang yang telah terkirim.
Selanjutnya, pihaknya dengan LPK Dharma (Grup Stikom Bali yang telah mempunyai lisensi izin pengiriman tenaga magang ke luar negeri) dan Sento Cooperative Osaka Jepang, tahun 2020 ini menawarkan secara lebih luas kepada dosen serta mahasiswa ITB Stikom Bali khususnya angkatan 2019, dengan jumlah target sebanyak 100 orang untuk magang ke Jepang selama satu maupun tiga tahun.
Itu semua dari jumlah mahasiswa angkatan 2019 sebanyak 1.400 orang.
• Bulan Januari 2020, Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Mengalami Kenaikan 14 Persen
• Ghozali Siregar Tepis Isu Hengkang dari Persib Bandung karena Kedatangan Zulham Zamrun
“Apabila berminat, mahasiswa hanya perlu mengeluarkan biaya sebanyak Rp 35 juta. Uang itu untuk keberangkatan dan sudah termasuk kebutuhan hidup selama 2 bulan di sana,” terangnya.
Dirinya melanjutkan, adapun mekanisme kuliah dan magang ini, yakni semester II yang berminat dikirim ke Jepang setelah melewati tes wawancara dan mengikuti pemantapan pelatihan bahasa dan budaya Jepang selama 4 bulan di asrama yang telah tersedia sambil tetap berkuliah di ITB Stikom Bali.
Saat sudah tiba di Jepang, mahasiswa tersebut akan cuti selama dua semester dan melaksanakan perkuliahan secara online selama empat semester untuk program magang tiga tahun.
Sementara jika hanya mengambil program magang setahun, mahasiswa tidak perlu cuti.
“Jadi setelah tiga tahun di sana (Jepang), mereka kembali ke Bali untuk melanjutkan dua semester sisanya,” jelas Dadang Hermawan.
Ketika ditanya perihal penghasilan yang mahasiswa dapat di sana, Rektor itu menjawab penghasilan yang diperoleh antara Rp 15 juta sampai Rp 28 juta per bulan dengan biaya hidup sekitar Rp 5 juta.
“Mereka akan magang sesuai skill yang mereka punya. Kalau mereka tidak punya biaya, akan dibantu Bank Fajar (Grup Stikom Bali). Biaya itu bisa dicicil setiap bulannya, bahkan ada yang melunasinya sebelum jatuh tempo. Karena ya itu, penghasilan mereka di sana tinggi,” ungkapnya dengan bangga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rektor-dadang-hermawan-memaparkan-kerja-sama-itb-stikom-bali-dengan-jepang.jpg)