Pertemuan ATOM ke-8 CASP-AP Digelar di Bali, Bahas Isu Teknis Hingga Kemananan Penerbangan
Forum ATOM ke 8 digelar di Bali, bahas isu-isu teknis dan operasional, termasuk tantangan yang dihadapi di bidang keamanan penerbangan
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Pertemuan ATOM ke-8 CASP-AP Digelar di Bali, Bahas Isu Teknis Hingga Kemananan Penerbangan
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Bekerjasama dengan International Civil Aviation Organization (ICAO), Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyelenggarakan "The Eighth Annual Technical and Operational Meeting (8th ATOM) of The Cooperative Aviation Security Programme - Asia Pacific (CASP-AP), selama 2 hari, mulai tanggal 5 - 6 Februari 2020 di Kuta, Badung, Bali.
Forum ATOM ke 8 ini dibuka Direktur Keamanan Penerbangan Moh Alwi mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara.
Dalam sambutan pembukaannya kemarin, Moh Alwi menyampaikan pertemuan ini diadakan untuk bertukar pandang terkait isu-isu teknis dan operasional, termasuk tantangan yang dihadapi di bidang keamanan penerbangan guna mengidentifikasi kesamaan kondisi antara negara-negara anggota di kawasan Asia Pasifik.
• Pemain Bali United Spaso: Kita Tim Juara dan Sangat Keras, Yakin Lolos Grup G Piala AFC 2020
• Go Spaso! Pemain Bali United Tak Gentar Hadapi Than Quang Ninh, Tekad Menang Laga Kandang Perdana
“Forum ATOM merupakan pertemuan yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali yang bertujuan meninjau sejauh mana negara-negara anggota CASP-AP mengimplementasikan ICAO Global Aviation Security Plan (GASeP) dan the Asia and Pacific (APAC) Roadmap, serta mengidentifikasi tantangan-tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikannya,” imbuh Moh Alwi, Kamis (6/2/2020), melalui keterangan resminya.
Forum ATOM ke-8 ini dihadiri negara-negara anggota CASP-AP seperti Bangladesh, Bhutan, Cambodia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philippines, Korea, Singapore Vietnam, dan lain-lain, dan juga negara-negara mitra CASP-AP seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris, serta Association of Asia Pacific Airlines dan International Air Transport Association for Asia Pacific.
Sedangkan delegasi Indonesia dihadiri perwakilan dari Direktorat Keamanan Penerbangan, Otoritas Bandar Udara, Operator Bandar Udara, Airlines dan Airnav Indonesia.
Alwi menambahkan, pertemuan ATOM ke-8 tidak hanya dihadiri senior-senior di bidang keamanan penerbangan yang kaya pengalaman dan berkompeten, akan tetapi forum ini juga merupakan kolaborasi dan diskusi yang baik dan bermanfaat, untuk mengatasi tantangan-tantangan dan kendala-kendala yang dihadapi negara-negara anggota CASP-AP juga negara-negara mitra CASP-AP.
• Imigrasi Ngurah Rai Tolak 17 WNA Masuk Bali, Mereka Telah Melakukan Perjalanan ke China
• Barisan Gung Jaya Makin Tebal, Gerindra Ikuti Jejak PSI di Pilkada Denpasar 2020
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan apresiasi kepada ICAO CASP-AP yang telah memberikan kesempatan kepada Indonesia menjadi tuan rumah pada ATOM ke 8.
Untuk diketahui, sejak terbentuknya CASP-AP tahun 2004 sampai sekarang, program ini secara konsisten telah menyediakan dukungan dan bantuan kepada negara-negara anggota ICAO di kawasan Asia Pasifik.
Hal ini untuk memastikan kepatuhan terhadap standar dan rekomendasi ICAO (ICAO Standards and SARPs) serta panduan ICAO lainnya yang terkait dengan keamanan penerbangan dan meningkatkan kapabilitas negara anggota di bidang keamanan penerbangan dan fasilitasi.
"Forum ATOM ke-8 ini diharapkan akan melahirkan rekomendasi-rekomendasi terkait kebutuhan asistensi yang perlu disediakan oleh CASP-AP, untuk mendorong negara-negara di kawasan Asia Pasifik agar memiliki kapabilitas keamanan penerbangan yang kuat," tutur Alwi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-istimewa-kiriman-humas-ditjen-hubudq.jpg)