5 Cara Menjadi Orangtua yang Sadar Penuh dalam Mengasuh Anak
“Orangtua melewatkan semua momen yang bermakna dengan anak-anaknya karena berusaha untuk bertahan hidup,” tambah Race.
Pada malam hari, mungkin ketika keluarga Anda berkumpul bersama di meja makan atau menemani si kecil bersiap tidur, cobalah bergiliran menyebutkan tiga pengalaman terbaik dari hari ini.
Tak perlu sesuatu yang menakjubkan, hal sederhana seperti anjing mengibas-ngibaskan ekornya ketika melihat Anda, berbagi kue dengan teman, melontarkan beberapa lelucon konyol dengan teman di sekolah.
Semakin kecil dan sederhana pengalaman tersebut maka semakin baik dalam beberapa hal.
“Ketika menjadikan hal ini sebagai sebuah kebiasaan, Anda akan menjadi lebih sadar akan pengalaman positif yang terjadi. Kita jadi melatih otak untuk memperhatikan pengalaman-pengalaman yang baik,” jelas Race.
5. Ingat: PBR.
PBR adalah kependekan dari “pause, breathe/bernapas, dan respons dengan perhatian”.
Ini merupakan cara orangtua untuk mencoba tetap tenang dan sabar di tengah kemarahan atau ketidaknyamanan lainnya dari anak-anak.
“Ini memaksa Anda untuk mengambil satu atau dua napas dalam-dalam. Karena ketika stres, Anda hanya bernapas di bagian atas paru-paru. Setelah itu, Anda dapat memilih respons yang mengarah pada pilihan yang paling positif,” kata Race.
Namun, memberi respon dengan niat atau tujuan bukan berarti Anda membiarkan si kecil lolos ketika perilaku mereka tidak baik.
Anda mungkin bisa tetap berwibawa atau keras, tetapi tujuannya adalah menjadi bijaksana dalam mendidik anak lebih disiplin dan menghormati orang lain. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Cara Menjadi Orangtua dengan Penuh Kesadaran"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-orangtua-yang-menyiapkan-makanan-bersama-anak.jpg)