Imbas Mewabahnya Virus Corona, Perekor Harga Kelelewar di Pasar Tomohon Ini Anjlok Hingga Rp 30 Ribu

Imbas dari mewabahnya virus corona di Wuhan China, berdampak pada harga jual daging kelelawar di pasar tradisional di Tomohon,

Imbas Mewabahnya Virus Corona, Perekor Harga Kelelewar di Pasar Tomohon Ini Anjlok Hingga Rp 30 Ribu
Kompas.com
Warga saat membeli daging kelelawar di Pasar Pisangkulan Karombasan, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (28/1/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, TOMOHON - Imbas dari mewabahnya virus corona di Wuhan China, berdampak pada harga jual daging kelelawar di pasar tradisional di Tomohon, Sulawesi Utara

Satu ekor daging kelelawar yang biasa dijual pedagang di Pasar Beriman Tomohon dengan harga Rp 60.000, kini harga jualnya hanya Rp 30.000.

"Tentu sangat merugikan, pasalnya omset saya ikut turun dari yang rata-rata Rp 1,5 juta per hari, kini menjadi Rp 700 ribu per hari dan masih berlangsung seperti itu," kata Maikel Andris di Pasar Beriman, Kamis (13/2/2020).

3 Warga Bali Dipulangkan dari Natuna Besok, Setelah 14 Hari Jalani Observasi Virus Corona

Waspada! 382 Orang di Bali Positif Demam Berdarah, Sudah Tersebar di Sembilan Kecamatan di Buleleng

Senator asal Bali AWK Dilaporkan ke Badan Kehormatan DPD RI, Ini Alasannya

Maikel menyebut penurunan harga ini akibat turunnya permintaan warga Tomohon untuk daging kelelawar.

Penurunan minat itu diduga karena ada isu virus corona menyebar lewat kelelawar.

"Padahal yang menjadi lokasi penyebarannya hanya di China tapi dampaknya berasa sampai di sini," sambungnya.

Maikel mengaku mendapat pasokan kelelawar dari Kendari dan Makassar yang dibelinya seharga Rp 20 juta per satu ton yang bisa dijual hingga dua minggu.

"Kalau kondisi penjualan masih begini terpaksa saya akan mengurang suplai pasokan kelelawar," katanya.

Dia pun berharap agar harga penjualan paniki bisa cepat pulih, agar para pedagang tidak terus-terusan merugi.

Kelelawar dituding sebagai hewan pembawa virus corona karena penyakit ini pertama kali ditemukan di Pasar Hubei yang menjual daging mamalia terbang itu.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved