Bali United
Pieter Tanuri: Gubernur Bali Akan Berjuang, Infrastruktur Banyak Harus Diperbaiki
Pieter Tanuri mengatakan Gubernur Bali I Wayan Koster berkomitmen berjuang dan akan berupaya memperbaiki infrastruktur sepak bola di Bali
Penulis: Marianus Seran | Editor: Irma Budiarti
Pieter Tanuri: Gubernur Bali Akan Berjuang, Infrastruktur Banyak Harus Diperbaiki
Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali I Wayan Koster memanggil manajemen Bali United terkait pemberitaan di media massa bahwa Bali mundur sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021.
Owner Bali United Pieter Tanuri langsung menemui Gubernur Bali I Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Sabtu (15/2/2020).
Gubernur Bali didampingi sejumlah SKPD, seperti Dispora, Dinas PUPR dan sejumlah pihak terkait mendengar penyampaian manajemen Bali United.
• Bali United Gandeng MS Glow For Men 2 Tahun
• Pertama Kali Jadi Cadangan, Pemain Bali United Wawan Hendrawan Pesankan Ini untuk Nadeo
Seusai pertemuan yang digelar kurang lebih satu jam sejak pukul 14.30 Wita itu, owner Bali United Pieter Tanuri mengatakan Gubernur Bali I Wayan Koster berkomitmen berjuang dan akan berupaya memperbaiki infrastruktur sepak bola di Bali.
"Pak Gubernur tanya kami proses bagiamana supaya bisa ikut Bidding Bali sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021.
Saya jelaskan semuanya. Itu saja," tegas Pieter Tanuri.
Ditanya terkait respon Gubernur Bali setelah mendengar penjelasan manajemen Bali United, Pieter Tanuri mengatakan sangat positif.
• Teco Ungkap Tak Ingin Lepas 6 Pemain Bali United ke Timnas Indonesia Asuhan Shin Tae-yong
• Doa Terbaik Pelatih Bali United Teco di Hari Ulang Tahun Serdadu Terdatu
"Beliau (Gubernur Bali) sangat positif dan akan berjuang. Untuk supaya, semoga Bali bisa siap. Yang penting kesiapan dulu. Karena selama ini infrastrukturnya banyak yang butuh diperbaiki," tegas Pieter Tanuri.
Soal infrastruktur apa saja yang harus diperbaiki, ia menyatakan lapangan latihan dan Stadion Dipta Gianyar sebagai venue utama.
"Mulai dari lapangan latihan, mulai dari Stadion Dipta Gianyar yang belum siap. Jadi beliau lihat apa yang akan beliau lakukan," ujar Pieter Tanuri.
(*)