Sponsored Content
Pemandu Acara Berbahasa Bali Masih Minim, Bulan Bahasa Bali 2020 Hadirkan Workshop MC Mebasa Bali
Sejauh ini jumlah pembawa acara yang menggunakan bahasa Bali di Pulau Dewata tergolong sangat minim
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
"Kalau MC membawakan acara dengan intonasi yang datar-datar saja, bisa jadi yang hadir itu tidak ada yang memperhatikan," ucapnya.
Khusus mengenai MC berbahasa Bali alus, imbuhnya, penting memperhatikan diksi kata yang disampaikan, apalagi setiap kabupaten dan kota di Bali masih ada sejumlah perbedaan dalam penggunaan bahasa Bali alusnya.
Sementara itu, Ida Ayu Frischa Mahayani menyebut, peranan seorang MC itu begitu penting karena sukses tidaknya acara terletak di tangan pembawa acara.
"MC tidak boleh hanya sekadar membawakan acara, kalau hanya demikian, maka acara yang dibawakan tidak akan 'hidup'," kata dia.
Pembawa acara yang profesional, lanjut Fricha, harus siap untuk berbagai jenis acara yang dibawakan, baik itu acara formal, nonformal, maupun kombinasi keduanya.
"Proses latihan atau gladi sebelum membawakan acara juga penting untuk kesuksesan dan kelancaran acara," terangnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kriyaloka-workshop-pengenter-acara-mc-mebasa-bali.jpg)