Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Olimpiade Tokyo 2020

Susy Susanti Kisahkan Perjalanan Emas Barcelona 1992 Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Pada laga final Olimpiade Barcelona 1992, Susy Susanti mengalahkan wakil Korea Selatan, Bang Soo-hyun, dengan skor 5-11, 11-5, 11-3.

Tayang:
Editor: Rizki Laelani
(BADMINTON INDONESIA)
Susy Susanti 

Susy Susanti Kisahkan Perjalanan Emas Barcelona 1992 Jelang Olimpiade Tokyo 2020

TRIBUN-BALI.COM - Jelang Olimpiade Tokyo 2020, legenda bulu tangkis yang juga Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, mengisahkan perjalanannya meraih medali emas pada Olimpiade Barcelona 1992.

Susy Susanti menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas Olimpiade.

Pada laga final Olimpiade Barcelona 1992, Susy Susanti mengalahkan wakil Korea Selatan, Bang Soo-hyun, dengan skor 5-11, 11-5, 11-3.

Susy mengaku sempat heran saat dirinya tak bisa keluar dari tekanan lawan pada gim pertama.

Padahal, dalam rekor pertemuan, Susy unggul jauh atas Bang Soo-hyun.

Susy Susanti mengaku berpikir keras untuk bisa mengubah permainan dan mengalahkan Bang Soo-hyun pada gim berikutnya.

Sebagai informasi, kala itu, pemain tak boleh didampingi oleh pelatih di pinggir lapangan layaknya para pemain bulu tangkis saat ini.

"Jangankan mendampingi, kalau teriak saja dari bangku penonton, bisa disuruh keluar stadion. Jadi benar-benar harus berpikir sendiri," kata Susy Susanti yang dilansir dari Badminton Indonesia.

"Lalu saya coba dan akhirnya bisa ke gim ketiga. Dari sini saya mulai yakin, saya lebih unggul fisiknya, dia enggak pernah menang lawan saya kalau rubber game. Ibaratnya saya mesin diesel, makin lama, makin panas," kata Susy melanjutkan.

Setelah memastikan medali emas, Susy mengatakan seluruh bebannya selama enam tahun persiapan menuju Olimpiade akhirnya bisa dia lepaskan.

Susy menambahkan, dia tak pernah melakukan selebrasi saat memenangi pertandingan apapun.

Namun, saat dia mengakhiri gim ketiga dengan kemenangan 11-3, Susy langsung melakukan selebrasi dengan berteriak kencang.

"Saya kalau juara enggak pernah selebrasi, rasanya di Olimpiade itu pertama kalinya saya juara langsung teriak," kata mantan pebulu tangkis kelahiran 1971 itu.

"Rasanya beban saya, tanggung jawab saya, lepas semua. Bayangkan pressure-nya, semua orang yang ketemu saya sebelum Olimpiade selalu bilang, 'Susy harus juara, ya!" Susy Susanti mengaku dirinya merasa terharu dan bangga saat mendengarkan lagu Indonesia Raya dan tak dapat menahan air matanya saat sang Merah Putih dikibarkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved