Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Umanis Galungan, Dewa Pilih Ajak Anak Bermain ke Taman Janggan Denpasar Daripada ke Mal

Dewa yang datang bersama anaknya mengaku lebih suka mengajak anaknya bermain di tempat ini ketimbang menyewa permaianan ke mal

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Putu Supartika
Suasana Umanis Galungan di Taman Janggan, Denpasar, Bali, Kamis (20/2/2020). Umanis Galungan, Dewa Pilih Ajak Anak Bermain ke Taman Janggan Denpasar Daripada ke Mal 

Umanis Galungan, Dewa Pilih Ajak Anak Bermain ke Taman Janggan Denpasar Daripada ke Mal

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umanis Galungan bagi sebagian besar masyarakat Bali yang merayakannya identik dengan liburan.

Oleh karenanya, pada hari ini Kamis (20/2/2020), yang juga bertepatan dengan Umanis Galungan, beberapa lokasi wisata dan tempat berlibur ramai dikunjungi.

Salah satunya yakni Taman Janggan yang berada di kawasan Jalan Puputan Renon, Denpasar, Bali.

Terlihat puluhan anak-anak bersama orangtua mereka asyik bermain menghabiskan libur Umanis Galungan ini.

Mereka mencoba berbagai jenis permainan yang ada di tempat ini.

Taman ini memang dibuat untuk anak-anak, sehingga yang datang ke sana didominasi keluarga yang masih memiliki anak kecil.

Di taman ini terdapat beragam mainan seperti prosotan, ayunan, maupun jungkat-jungkit.

Sehingga tempat ini sangat representatif untuk anak-anak yang menghabiskan waktu Umanis Galungan ini.

Salah seorang pengunjung, Dewa yang datang bersama anaknya mengaku lebih suka mengajak anaknya bermain di tempat ini ketimbang menyewa permaianan ke mal.

"Ya lebih suka di sini. Kan lengkap fasilitasnya, gratis dan anak saya juga bisa bersosialisasi dengan anak-anak seumurannya," kata lelaki asli Klungkung yang telah lama tinggal di Denpasar ini.

Bahkan tak hanya saat Umanis Galungan, ia juga hampir setiap liburan mengajak anaknya bermain di tempat ini.

"Kalau ke mal kadang-kadang sulit bersosialisasi dengan anak seumurannya, karena fokus dengan keluarganya masing-masing. Juga kadang ada monopoli permainan di sana," imbuhnya.

Bahkan ia yang pernah bekerja di kapal pesiar ini mengaku taman bermain ini mirip dengan yang ada di luar negeri.

"Ini bagus mirip di luar negeri, kan saya pernah bekerja ke kapal pesiar dulu. Bagus untuk anak-anak bermain," katanya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved