Dukung Pariwisata, Ditjen Hubud Imbau BUAU dan Travel Agent Perkuat Kerjasama

Dukung Pariwisata, Ditjen Hubud Imbau BUAU dan Travel Agent Perkuat Kerjasama

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Foto Tanah Lot, Tabanan, Bali beberapa waktu lalu 

TRIBUN BALI.COM, JAKARTA - Industri pariwisata mendapat perhatian serius dalam 10 tahun terakhir, dimana sektor pariwisata semakin mengkokohkan dirinya menjadi salah satu penghasil devisa yang sangat penting di negara – negara Asia Pasifik. 

Hal ini tentunya akan mendorong para pihak untuk melakukan investasi disektor pariwisata (hotel, restoran dan agen wisata) terutama pada negara – negara tujuan wisata termasuk Indonesia. 

Hal lain penunjang sektor pariwisata atas permintaan dan kebutuhan jasa angkutan udara akan semakin meningkat.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto R dalam sambutannya pada penyelenggaraan ke-10, Asosiasi Travel Agent Indonesia, ASTINDO Travel Fair 2020 yang berlangsung di Assembly Hall, Jakarta Convention Center mulai 21 – 23 Februari 2020. 

”Saya berharap seluruh  Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU)  untuk dapat bekerja sama dengan para travel agent dalam menunjang sektor pariwisata dan harus siap bersaing dengan meningkatkan pelayanan dalam pemenuhan permintaan dan kebutuhan akan jasa angkutan udara guna mendukung industri pariwisata yang semakin kokoh,” imbuh Novie.

Novie menambahkan, pada 2019, Ditjen Hubud  mencatat ada sebanyak 14 BUAU Niaga Berjadwal dan Tidak Berjadwal serta sebanyak 50 perusahaan angkutan udara asing yang beroperasi dari dan ke Indonesia.

Jumlah penumpang pada 2019 untuk penerbangan domestik yang diangkut ± 79 juta penumpang, sementara untuk penerbangan internasional mencapai ± 37 juta penumpang. 

Industri penerbangan merupakan salah satu pemicu perkembangan dan pertumbuhan ekonomi nasional. 

Perkembangan industri penerbangan saat ini, diharapkan menjadi peluang bagi investor baik asing maupun nasional untuk berinvestasi dibidang jasa angkutan udara serta mendorong perusahaan penerbangan untuk lebih kompetitif. 

Selain itu juga memberikan peluang usaha bidang jasa penunjang angkutan udara, mendorong investor baik asing maupun nasional untuk berinvestasi dibidang jasa angkutan udara, mendorong perusahaan penerbangan untuk lebih kompetitif, serta mendorong pertumbuhan pariwisata sebagai potensi perekonomian di Indonesia.

Novie juga memberikan apresiasi kepada ASTINDO yang telah mengadakan  travel Fair secara berkala.

Dimana kegiatan ini mampu mengakomodir kebutuhan pelaku industri pariwisata dan semakin banyak menyajikan destinasi wisata di Indonesia dan internasional, serta mendukung kemajuan industri pariwisata Indonesia.

“Kami sangat mengapresasi kegiatan travel fair yang diselenggarakan oleh ASTINDO, karena  travel fair ini mampu memberikan informasi mengenai daerah tujuan wisata yang baru dan menarik, serta menjadi pendorong komitmen untuk mendukung perkembangan perkembangan transportasi dan pariwisata domestik maupun internasional,” tuturnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved