Kedutaan Besar Inggris Adakan Seminar Digital bagi Pengusaha Perempuan dan Kelompok Penyandang Cacat
Kedutaan Besar Inggris melalui UK - Indonesia Tech Hub menyelenggarakan seminar digital “Tech to Impact: Inclusion, Improvement and Collaboration”
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan rintisan digital merupakan salah satu industri terbesar di Indonesia.
Keberhasilan ini dibuktikan berkembangnya lebih dari 2.500 perusahaan rintisan digital dan 3 unicorn terbesar di Asia Tenggara.
Sebagai bagian dari "Visi dan Misi" Presiden Jokowi, yaitu untuk mengembangkan sumber daya manusia, Pemerintah Indonesia telah menerapkan beberapa inisiatif untuk meningkatkan akses digital yang mendukung perkembangan ekonomi di Indonesia secara keseluruhan.
Namun, pengembangan ekosistem digital membutuhkan kolaborasi antar pemangku kepentingan terkait termasuk masyarakat, penyedia telekomunikasi, akademisi dan lembaga pemerintahan.
Untuk mendukung agenda kerja Presiden Jokowi, Kedutaan Besar Inggris melalui UK - Indonesia Tech Hub menyelenggarakan seminar digital “Tech to Impact: Inclusion, Improvement and Collaboration” di Denpasar yang akan dilaksanakan pada 24 Februari - 28 Februari 2020.
Seminar ini bertujuan mendorong wirausaha digital, terutama kelompok yang terabaikan seperti komunitas penyandang disabilitas, perempuan dan mereka yang tertarik untuk mengembangkan bisnis digital namun terbentur keterbatasan dana atau kemampuan untuk mengembangkan produk rintisan yang layak.
Seminar ini akan menjembatani kemitraan antara Inggris dan Indonesia dalam bidang digital melalui pengembangan kapasitas, pengembangan ekosistem, dan pembelajaran sebaya (peer-to-peer).
Ketua Divisi Ekonomi dan Digital – Kedutaan Inggris, Ginny Ferson mengatakan sebagai pusat teknologi digital terbesar di Eropa, Inggris adalah rumah bagi lebih dari 600 ribu perusahaan rintisan digital dan 70 unicorn.
Menjadikan Inggris sebagai mitra strategis bagi Indonesia, untuk mengembangkan perusahaan rintisan digital di berbagai bidang seperti pendidikan, keuangan, dan kecerdasan buatan.
"Melalui Tech to Impact: Inclusion, Improvement and Collaboration kami ingin mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama bagi perempuan dan kelompok terabaikan untuk dapat memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya," katanya dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Senin (24/2/2020).
Karena teknologi memiliki kekuatan yang memberikan solusi inovatif, terjangkau dan mudah untuk direplikasi, dalam penanggulangan masalah pembangunan global.
Ginny Ferson akan membuka seminar yang dihadiri oleh 100 peserta dari pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), komunitas pemula digital, Yayasan Komnas Perempuan Indonesia, Solidaritas Perempuan untuk Hak Asasi Manusia, Panti Sosial Sasana Binadaksa, dan lain sebagainya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-pembukaan-seminar-digital-kedutaan-besar-inggris.jpg)